Peristiwa tragis terjadi di Jakarta Selatan yang melibatkan seorang terapis muda berinisial RTA, yang ditemukan tewas secara mengenaskan di lahan kosong di daerah Pejaten, Pasar Minggu. Pihak kepolisian pun tidak tinggal diam, melainkan melakukan langkah cepat dengan menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak spa yang terlibat dalam kasus ini.
Kematian RTA, yang baru berusia 14 tahun, telah menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di masyarakat. Selain itu, pihak berwenang ingin memastikan bahwa proses rekrutmen terapis di spa tersebut dilakukan dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang ada.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengungkapkan bahwa manajer spa telah dipanggil untuk memberikan klarifikasi. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa pihak yang melakukan rekrutmen terapis juga perlu diperiksa untuk memahami lebih lanjut mengenai keselamatan dan kesejahteraan para pekerja di industri ini.
Investigasi Mendalam Terkait Kematian Terapis Muda
Pihak kepolisian meminta agar pemeriksaan yang dijadwalkan sebelumnya pada Kamis, 9 Oktober, dapat dilaksanakan secepatnya. Masalahnya, pihak spa tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang yang mengundang kekecewaan di kalangan pengawas investigasi.
“Seharusnya, pemeriksaan dilakukan kemarin, namun mereka meminta untuk dijadwalkan ulang. Kami akan memfokuskan penyelidikan pada proses rekrutmen dan pelatihan para terapis,” kata AKBP Ardian. Penyidik berupaya agar semua pihak yang terkait dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk mengungkap kasus ini.
Keluarga RTA, yang sedang berduka, sangat menginginkan kejelasan mengenai kematian putri mereka. Mereka merasa bahwa semua pelaku dalam penyelidikan ini harus bertanggung jawab atas kejadian yang menyedihkan ini.
Keterlibatan Saksi dalam Kasus Kematian RTA
Pada hari penemuan jasad RTA, sekitar pukul 05.00 WIB, ada seorang saksi yang melaporkan telah mendengar teriakan seorang wanita sebelum jenazah terapis muda tersebut ditemukan. Detil ini sangat penting bagi penyidik untuk mengidentifikasi apa yang terjadi sebelum kematian RTA.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menyatakan bahwa saksi tersebut mencari sumber suara teriakan namun tidak mendapatkan kepastian. Usaha untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keadaan RTA menjadi fokus perhatian pada saat itu.
Saksi yang mendengar suara teriakan itu selanjutnya berinisiatif untuk mencari RTA di mes tempat para terapis menginap. Mereka menghubungi koordinator mes untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang keberadaan RTA dan membuat laporan kepada pihak berwajib.
Penyelidikan Lanjutan dan Menyentuh Masalah Penting
Keberanian saksi untuk bersuara sangat diperlukan dalam kasus ini, dan mereka menjadi bagian penting dari proses penyelidikan. Informasi tambahan yang diperoleh dari para saksi dapat membantu polisi dalam membentuk gambaran lebih jelas mengenai kejadian yang menimpa RTA.
Dari sudut pandang lebih luas, kematian RTA menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk memperhatikan kesejahteraan para pekerja terapis, terutama yang masih di usia belia. Pihak terkait perlu mengetatkan regulasi untuk mendukung keselamatan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Penyelidikan ini diharapkan dapat membawa keadilan bagi RTA dan keluarga, serta mencegah praktik-praktik tidak etis dalam industri spa yang mungkin memicu insiden serupa. Polisi berkomitmen untuk melakukan penyelidikan yang transparan dan akuntabel.




