Empat desa di Kecamatan Sojol dan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, baru-baru ini mengalami bencana lingkungan yang signifikan. Banjir dan longsor telah melanda wilayah tersebut, menyebabkan kerusakan yang serius dan ancaman bagi kehidupan masyarakat setempat.
Banjir terjadi di Desa Tonggolobibi dan Rerang, sedangkan longsor terjadi di Desa Sabang. Di samping itu, desa Tovea Sirenja juga menghadapi masalah serius akibat banjir rob yang menggenangi permukiman warga.
Kepala BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, menginformasikan kondisi terkini yang meresahkan ini. Air banjir mencapai ketinggian satu meter, sehingga banyak pemukiman dan lahan pertanian terendam.
Dampak Banjir Terhadap Kehidupan Masyarakat
Salah satu dampak paling nyata dari bencana ini adalah rusaknya sejumlah sarana dan prasarana publik. Jalan umum, sawah, dan bahkan bangunan sekolah menjadi korban dari banjir yang melanda desa-desa tersebut.
Fasilitas yang rusak termasuk tanggul, saluran drainase, dan sebuah jembatan gantung. Selain itu, SDN 10 Sojol juga mengalami kerusakan yang parah akibat tingginya debit air.
Di Desa Lende Tovea Sirenja, banjir rob merendam kantor desa dan SDN 3 Sirenja. Hal ini menunjukkan betapa dalamnya dampak bencana ini terhadap sistem pendidikan dan pelayanan publik.
Penyebab dan Karakteristik Banjir
Penyebab utama dari banjir ini adalah curah hujan yang sangat tinggi. Hujan deras yang terus-menerus membuat debit air meningkat, menyebabkan tanggul bendungan jebol.
Air yang meluap kemudian menggenangi permukiman dan lahan pertanian dengan ketinggian mencapai 100 sentimeter. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur yang memadai untuk mengantisipasi bencana alam.
Di Desa Sabang, longsor juga menjadi masalah serius. Pengikisan yang terjadi di tepi sungai sangat membahayakan rumah-rumah warga di sekitarnya.
Tindakan yang Diperlukan untuk Pemulihan
BPBD menyatakan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk melakukan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul. Hal ini diharapkan dapat mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
Perbaikan jembatan juga menjadi prioritas agar transportasi warga tidak terhambat. Selain itu, bantuan bibit dan pupuk untuk petani yang terdampak bencana sangat diperlukan agar mereka dapat kembali berproduksi.
Pemerintah setempat sedang berupaya mengumpulkan data dan menilai tingkat kerusakan untuk merencanakan langkah-langkah pemulihan yang tepat. Kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa pulih dengan cepat.




