Adik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yaitu Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa banyak rakyat Indonesia belum merasakan kebahagiaan meskipun negara ini telah merdeka selama 75 tahun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara ‘Indonesia Berdoa’ yang diadakan untuk memperingati ulang tahun Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) di Jakarta baru-baru ini.
Hashim menekankan bahwa meskipun Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya, kenyataannya masih ada banyak persoalan yang harus dihadapi. Dia menganggap penting untuk menuntaskan isu-isu tersebut demi mencapai target kesejahteraan untuk seluruh rakyat.
“Indonesia merdeka, Indonesia bahagia, Indonesia abadi. Meskipun kita sudah merdeka selama 75 tahun, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi,” ujarnya. Hashim juga menyebut perlunya kerjasama untuk menuju Indonesia yang lebih sejahtera.
Menyikapi Tantangan Kesejahteraan di Indonesia
Dalam pandangannya, tantangan yang ada saat ini sangat kompleks, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hashim mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintahan saat ini adalah menjamin kebahagiaan rakyat.
Dia menegaskan, “Kebahagiaan rakyat adalah tujuan utama dari pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo, dan kami ingin memastikan bahwa semua orang di Indonesia merasakan hal ini.” Hal ini menggarisbawahi komitmen untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat yang kurang beruntung.
Hashim juga menyinggung permasalahan disparitas kesejahteraan antara berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua dan Aceh, yang membutuhkan perhatian khusus. “Ada banyak daerah yang belum merasakan kebahagiaan, dan ini adalah tantangan berat yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.
Pentingnya Kerukunan dan Persatuan Bangsa
Dia percaya bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, kerukunan dan persatuan bangsa harus dijaga. Hamparan berbagai permasalahan yang ada bisa diatasi jika masyarakat bersatu dan saling mendukung.
“Kerukunan dan kesatuan adalah kunci untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Jika kita tidak menjaga hal ini, bisa-bisa kita mengalami perpecahan,” tuturnya menegaskan pentingnya solidaritas antarwarga negara.
Hashim juga menyoroti potensi media sosial yang dapat menjadi ancaman bagi persatuan. “Penggunaan media sosial yang tidak bijaksana bisa mengakibatkan disintegrasi bangsa,” ungkapnya. Dalam era digital ini, informasi yang salah bisa menyebar dengan cepat dan mempengaruhi opini publik.
Menangkal Hoaks di Era Media Sosial
Hashim menekankan perlunya kesadaran akan pentingnya informasi yang akurat. Dia berharap masyarakat lebih cerdas dalam menyaring informasi yang diterima dari media sosial, agar tidak terjebak dalam berita palsu.
“Harapan saya adalah agar kita semua sadar bahwa tidak semua informasi yang kita baca di internet adalah benar. Banyak opini dan berita palsu yang beredar, sehingga kita harus bijak dalam menyikapi informasi itu,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dia mengingatkan bahwa hoaks dan fitnah di dunia maya bukan hanya masalah lokal, tetapi juga global. “Kita perlu bersikap kritis dan tidak percaya begitu saja pada berita yang kita lihat,” tandasnya.




