Peristiwa tragis yang melibatkan seorang perempuan lansia bernama Dimaris Isni Sitio (60) terjadi di Kota Pekanbaru. Pada Rabu, 29 April, ia ditemukan tewas di rumahnya, yang mengguncang komunitas setempat dan menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai penyebab kejadian tersebut.
Kasus ini pun mulai menarik perhatian media dan publik. Keluarga dan tetangga merasa sangat terpukul dengan kejadian yang merenggut nyawa seorang ibu yang dikenal baik.
Kronologi Penemuan Korban yang Mencurigakan
Menurut keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino, Dimaris pertama kali ditemukan oleh suaminya, Salmon Meha (67). Peristiwa ini bermula pada pagi hari, ketika sang suami berniat mengajak istrinya untuk keluar rumah dalam rangka mengurus pajak kendaraan.
Namun, ajakan tersebut ditolak dan Dimaris memutuskan untuk tetap tinggal di rumah. Keputusan ini nantinya menjadi titik balik dalam peristiwa yang berujung tragis ini.
Setelah suaminya kembali ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB, ia menemukan pintu dalam keadaan terbuka. Keadaan itu saja sudah menimbulkan tanda tanya di benak dirinya, mendorongnya untuk menyelidiki lebih dalam.
Temuan Mengejutkan di Dalam Rumah
Setibanya di dalam rumah, Salmon Meha menemukan berantakan di dalam kamar, yang semakin menimbulkan kecurigaan adanya tindak kejahatan. Keadaan ini membuatnya semakin cemas, apalagi saat mencari keberadaan istrinya di berbagai sudut rumah.
Salmon memeriksa kamar mandi, namun tidak menemukan Dimaris di sana. Dengan perasaan yang semakin tidak enak, ia pun melanjutkan pencarian ke dapur.
Di dapur, hal mengejutkan terjadi; ia menemukan istrinya tergeletak tidak bernyawa dengan posisi telungkup di lantai. Penemuan ini jelas sangat mengerikan dan mengejutkan bagi Salmon.
Penemuan Jejak Kekerasan di Lokasi Kejadian
Lebih buruk lagi, saat memeriksa lebih dekat, Salmon menemukan bercak darah di sekitar kamar mandi. Ini menambah kengerian dan keparahan situasi yang dihadapi keluarga tersebut.
Dimaris mengalami luka pada wajahnya dan diketahui mengeluarkan darah. Temuan-tamuan ini memberikan indikasi bahwa kemungkinan besar ada unsur kekerasan dalam kematian Dimaris.
Merasa panik dan tidak tahu harus berbuat apa, suami korban kemudian menghubungi keluarga dan pihak kepolisian untuk segera melaporkan kejadian tersebut. Ini adalah langkah penting agar penyelidikan segera dilakukan.
Dampak dan Reaksi Komunitas Terhadap Kasus ini
Kasus kematian Dimaris Isni Sitio tentu memberikan dampak emosional yang mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Banyak yang merasa gelisah mengetahui bahwa peristiwa kekerasan bisa terjadi di lingkungan yang mereka anggap aman.
Dengan semakin banyaknya berita tentang kekerasan dalam rumah tangga dan kriminalitas lainnya, situasi ini menimbulkan kesadaran akan perlunya perhatian lebih terhadap keamanan masyarakat. Diskusi mengenai peran tetangga dan komunitas dalam mencegah kejadian serupa pun mulai muncul.
Peristiwa ini juga memicu berbagai sorotan terhadap perlunya advokasi dan dukungan bagi para perempuan, terutama lansia, yang sering kali menjadi sasaran kekerasan. Kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi semua anggota masyarakat harus terus digalakkan.








