Menemukan kesulitan saat membuka mulut dapat menjadi tanda adanya masalah pada sendi rahang, dikenal sebagai gangguan sendi temporomandibular atau TMJ. Masalah ini bisa sangat mengganggu dalam kegiatan sehari-hari dan sering kali membutuhkan perhatian medis untuk penanganan yang tepat.
Gangguan ini dapat mempengaruhi sejumlah aktivitas yang vital, seperti berbicara, mengunyah, dan bahkan menguap. Merupakan tantangan ketika sendi rahang mengalami masalah yang serius, mengakibatkan nyeri yang tidak tertahankan serta keterbatasan dalam gerak.
Gejala yang muncul akibat gangguan TMJ sangat bervariasi antara individu satu dengan yang lain. Beberapa orang mungkin merasakan nyeri pada rahang dan di area wajah, sementara yang lain mungkin mengalami suara “klik” saat mulut dibuka.
Tanda dan Gejala Gangguan Sendi Rahang yang Perlu Diketahui
Gejala awal yang sering muncul adalah nyeri atau pegal yang menyebar dari rahang hingga area sekitar telinga. Tanda-tanda ini harus diwaspadai, terutama jika disertai dengan kesulitan membuka mulut secara penuh.
Selain itu, seseorang mungkin mendengar bunyi “krek” saat berusaha membuka atau menutup mulut, menunjukkan adanya masalah pada sendi. Kaku atau rahang yang terasa terkunci juga merupakan indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Gejala lain yang perlu dicermati adalah sakit kepala dan nyeri leher, yang sering kali menyertai gangguan ini. Rasa nyeri saat melakukan aktivitas mengunyah atau berbicara juga bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada sendi rahang yang harus ditangani segera.
Faktor yang Memicu Gangguan TMJ yang Harus Diketahui
Beberapa penyebab yang dapat mengarah pada gangguan TMJ antara lain adalah kebiasaan menggemeretakkan gigi yang dikenal dengan bruxism. Kebiasaan ini dapat menyebabkan ketegangan otot dan memicu cedera pada sendi rahang.
Hal lain yang dapat memicu masalah ini adalah posisi gigitan yang tidak normal, yang sering kali disebabkan oleh faktor genetik atau kebiasaan tertentu. Cedera pada rahang atau wajah juga dapat menjadi pemicu gangguan ini, mengakibatkan nyeri yang berkepanjangan.
Stres menjadi salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan otot rahang menegang, membuat seseorang rentan terhadap gangguan TMJ. Selain itu, radang atau kelainan struktur sendi rahang juga bisa berkontribusi pada timbulnya masalah ini.
Pentingnya Pemeriksaan Jika Gejala TMJ Muncul
Jika gejala TMJ seperti nyeri rahang dan kaku berlangsung dalam waktu lama, penting untuk segera melakukan pemeriksaan. Mengabaikan masalah ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang lebih sulit diobati di kemudian hari.
Konsultasi dengan dokter spesialis menjadi langkah penting untuk menentukan diagnosis yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin merekomendasikan tes pencitraan untuk memahami kondisi sendi rahang secara menyeluruh.
Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Pengobatan dapat bervariasi mulai dari terapi fisik hingga penggunaan alat yang membantu menstabilkan posisi gigitan.




