Sebagai penanggung jawab operasional SPPG, kepala SPPG memiliki tanggung jawab besar untuk mengatur jam kerja timnya. Selain memantau proses memasak di dapur, kepala SPPG juga wajib memastikan pendistribusian MBG ke berbagai sekolah dan penerima manfaat lainnya terlaksana dengan baik.
Peran kepala SPPG meliputi banyak aspek, mulai dari mengecek harga bahan baku di pasar hingga memberikan edukasi tentang gizi kepada masyarakat. Untuk itu, kepala SPPG harus terlibat secara aktif dalam organisasi dan manajemen tim, termasuk akuntan, ahli gizi, dan relawan.
Pemahaman tentang pentingnya pengaturan jam kerja sangat krusial agar setiap anggota tim dapat bekerja dengan efisien. Hal ini memastikan bahwa semua proses dari pengadaan bahan hingga penyajian makanan berjalan lancar.
Peran dan Tanggung Jawab Kepala SPPG dalam Tim Operasional
Kepala SPPG bertanggung jawab untuk merencanakan jam kerja seluruh anggota tim. Hal ini mencakup akuntan yang mulai bertugas di shift pagi, cek kualitas bahan baku, dan mengawasi para relawan dalam menyimpan serta memproses bahan.
Shift akuntan biasanya dimulai sekitar pukul 8 atau 9 pagi. Di waktu ini, akuntan akan mengecek pembelian bahan baku serta memastikan semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan standar yang telah ditetapkan.
Setelah akuntan menyelesaikan tugasnya, relawan akan membantu pemeriksaan bahan baku, termasuk pencucian dan penyimpanan. Pengaturan yang baik dalam shift pagi ini akan sangat membantu kelancaran operasi di hari itu.
Proses Kerja Tim Ahli Gizi di Dapur MBG
Setelah shift pagi selesai, tugas beralih kepada ahli gizi yang mulai bertugas sore hingga malam. Mereka akan masuk dapur MBG sekitar pukul 16.00 atau 17.00 untuk mengambil alih tanggung jawab dari akuntan.
Ahli gizi bertanggung jawab untuk memverifikasi bahan makanan yang telah disiapkan. Mereka harus memastikan bahwa semua bahan telah sesuai dengan rencana diet yang telah disusun sebelumnya untuk penerima manfaat.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan kualitas, ahli gizi akan melakukan pengawasan terhadap proses pencucian, pemotongan, dan penyiapan bahan makanan. Semua persiapan ini dilakukan dengan tujuan agar makanan dapat disajikan tepat waktu dan dalam kondisi terbaik.
Pengaturan Waktu Kerja yang Efisien untuk Memastikan Kualitas Makanan
Pengaturan waktu kerja yang efisien sangat berpengaruh terhadap kualitas makanan yang dihasilkan. Kepala SPPG harus memastikan bahwa setiap shift memiliki jadwal yang jelas dan tidak bersamaan agar tidak ada tumpang tindih tugas.
Dengan pembagian yang baik, semua anggota tim dapat fokus pada tugas masing-masing tanpa terganggu oleh pekerjaan rekan lainnya. Setiap shift harus saling melengkapi untuk mencapai hasil yang optimal dalam penyajian makanan.
Keselarasan dalam pengaturan shift juga menciptakan suasana kerja yang positif di dalam tim. Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang efektif, tujuan bersama dalam menyajikan makanan sehat dapat tercapai dengan lebih baik.




