loading…
Mensos Saifullah Yusuf menghadiri peringatan HUT ke-60 PERTUNI di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (25/1/2026). Acara ini merupakan momen penting untuk merayakan pencapaian enam dekade dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan penyandang tunanetra di Indonesia.
Pangkalan harapan bagi banyak penyandang disabilitas, acara ini juga menunjukkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan layanan disabilitas yang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi semua. PERTUNI berfungsi sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, memfasilitasi kolaborasi yang positif.
Dalam acara tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan sambutan yang menginspirasi, menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan dan dunia kerja dalam menciptakan peluang yang lebih baik bagi penyandang disabilitas. Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah menonjolkan solidaritas dan komitmen bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Peran PERTUNI dalam Mendorong Pendidikan Inklusif di Indonesia
Sejak didirikan, PERTUNI telah menjadi pionir dalam memperjuangkan aksesibilitas pendidikan bagi penyandang tunanetra. Mereka aktif berusaha memastikan bahwa semua anak, terlepas dari kondisi fisik, memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Dukungan yang diberikan oleh lembaga-lembaga pendidikan menciptakan ruang gerak yang lebih luas bagi penerapan metode pengajaran yang ramah bagi siswa tunanetra. Dalam hal ini, PERTUNI berupaya untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif.
Selain itu, berbagai program pelatihan dan workshop diadakan untuk meningkatkan keterampilan guru dan tenaga pendidik dalam mendukung siswa tunanetra. Inisiatif tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan harmonis di dalam sekolah.
Kolaborasi antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja
Peringatan HUT ke-60 PERTUNI ini juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara lembaga pendidikan dan dunia kerja. Pelatihan keterampilan menjadi salah satu fokus utama untuk mempersiapkan penyandang disabilitas dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
Banyak perusahaan sekarang mulai membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk bergabung dalam tim mereka. Hal ini menjadi satu langkah maju dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan ramah bagi semua pekerja.
Program internship dan kemitraan antara sekolah dan industri menjadi salah satu cara efektif untuk mempertemukan siswa dengan pengalaman kerja nyata. Ini tidak hanya memberi manfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perusahaan dalam mencari talenta yang beragam.
Refleksi atas Perjuangan Selama Enam Dekade
Peringatan ini juga menjadi momen untuk merefleksikan perjalanan panjang PERTUNI dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Dalam waktu enam dekade, banyak kemajuan telah dicapai, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Kegiatan perayaan dihadiri oleh berbagai komunitas disabilitas yang berbagi pengalaman dan cerita inspiratif. Hal ini menambahkan nuansa solidaritas dan semangat bagi semua yang hadir untuk terus berjuang.
Melalui berbagai program dan inisiatif, PERTUNI berkomitmen untuk tidak hanya memberikan dukungan langsung tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi sosial. Semua pihak diharapkan untuk ikut serta dalam memperjuangkan keadilan bagi penyandang disabilitas.




