loading…
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdijono pada Sosialisasi OSN Dikdas 2026. Foto/YouTube.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdijono, mengatakan OSN merupakan bentuk nyata dukungan kebijakan pengembangan talenta murid yang kini diperkuat melalui terbitnya Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025.
Baca juga: Top, MAN 2 Kota Malang Dominasi Perolehan Medali di OSN 2025
“Regulasi ini menjadi langkah konkret dalam manajemen talenta murid, mulai dari indeks pengembangan hingga kapitalisasi atau hilirisasi talenta,” ujar Maria Veronica, pada Sosialisasi OSN Jenjang Dikdas 2026 melalui YouTube Pusat Prestasi Nasional, Kamis (29/1/2026)
Menurutnya, OSN bukan sekadar lomba akademik, melainkan sarana pembelajaran sekaligus penyaluran bakat siswa melalui kompetisi yang sehat dan berintegritas. Ia menekankan bahwa kejujuran adalah nilai utama yang harus dijunjung seluruh peserta.
Baca juga: Raih Emas Matematika, Siswa SMAK 1 PENABUR Bagikan Tips Belajar agar Lolos OSN
Pada pelaksanaan OSN 2025, jumlah peserta tercatat mencapai 806 ribu siswa, dengan sekitar 600 ribu peserta berasal dari jenjang SD dan SMP. Dari jumlah tersebut, hanya sedikit yang berhasil melaju hingga tingkat nasional, sehingga OSN dikenal sebagai ajang yang sangat kompetitif, selektif, dan ketat.
“Kami berharap pemerintah daerah turut mendukung proses pengawasan. Mari bersama-sama memastikan peserta OSN, termasuk yang melaju ke tingkat internasional, benar-benar melalui proses yang baik dan berasal dari anak-anak yang layak menjadi juara,” tegasnya.
Maria Veronica juga mendorong sekolah-sekolah yang selama ini belum aktif mengikuti OSN agar segera mendaftarkan siswanya.
Pentingnya Kompetisi dalam Mendorong Potensi Siswa Muda
Kompetisi seperti OSN menjadi platform yang krusial dalam mendorong talenta siswa di seluruh Indonesia. Melalui ajang ini, para siswa tidak hanya diuji pengetahuan akademis mereka, tetapi juga diajak untuk bersaing secara sehat dalam mengembangkan keterampilan.
Dengan adanya OSN, siswa berkesempatan untuk menunjukkan bakat dan kompetensi mereka di bidang sains. Ini merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga membantu mereka meraih impian di bidang akademik dan non-akademik.
OSN juga memberikan dampak positif bagi sekolah dalam memupuk semangat siswa. Sekolah yang aktif berpartisipasi dalam kompetisi ini sering kali mendapatkan pengakuan yang lebih baik dan berkontribusi terhadap perkembangan institusi pendidikan secara keseluruhan.
Regulasi dan Kebijakan dalam Penyelenggaraan OSN 2026
Penyelenggaraan OSN 2026 akan didukung oleh regulasi yang semakin kuat dari pemerintah. Permendikdasmen yang baru akan menjadi pedoman bagi sekolah dalam melakukan pendaftaran peserta dan pelaksanaan kompetisi.
Maria Veronica menjelaskan bahwa regulasi ini diharapkan dapat memperjelas prosedur dan kriteria dalam pelaksanaan OSN. Ini penting agar semua sekolah yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai tata tertib dan etika berkompetisi.
Regulasi yang jelas juga memfasilitasi sekolah-sekolah yang baru bergabung untuk secara aktif mengikuti OSN. Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan sekolah dapat memberikan bimbingan yang lebih baik bagi siswa-siswi mereka.
Tahapan dan Proses Seleksi Menuju OSN
Proses menuju OSN 2026 melibatkan beberapa tahapan yang harus dilalui oleh peserta. Proses ini dimulai dari seleksi internal di sekolah, di mana setiap sekolah menyeleksi siswa berdasarkan kompetensi mereka.
Pada tahap kedua, siswa yang terpilih akan mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten atau kota. Hanya siswa dengan prestasi terbaik yang akan melanjutkan ke tingkat provinsi dan akhirnya ke tingkat nasional.
Setiap tahap ini dirancang untuk memastikan bahwa yang melaju ke tingkat selanjutnya benar-benar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai. Proses seleksi yang ketat ini menciptakan suatu ajang kompetisi yang berkualitas.




