Chiki Fawzi, seorang konten kreator dengan banyak penggemar, mengalami perjalanan panjang dan berliku dalam usaha menjadi petugas haji. Ketika dirinya ditunjuk oleh Kementerian Haji sebagai petugas pendamping haji, harapan dan impian mulai menggelora di dalam dirinya, namun keputusan akhirnya membawa kekecewaan yang mendalam.
Pengalaman ini bagi Chiki bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia sudah dua kali gagal untuk menjadi petugas haji, yang membuatnya merasa putus asa dan frustrasi. Berawal dari sebuah tawaran dari Kementerian Haji pada tanggal 9 Januari 2026, Chiki berupaya untuk tidak melewatkan kesempatan ini.
Setelah mendapatkan penunjukan, langkah selanjutnya adalah menjalani pemeriksaan medis dan melengkapi berbagai administrasi. Meskipun proses ini hanya berlangsung dalam waktu singkat, antusiasme Chiki terlihat jelas.
Proses Penunjukan yang Mengasyikkan dan Menantang
Awal mula perjalanan Chiki menjadi petugas haji dimulai ketika sejumlah influencer diundang oleh Kementerian Haji. Mereka tidak perlu melalui seleksi biasa, dan proses tersebut membuat banyak orang mempertanyakan keadilan dalam penunjukan ini.
Chiki merasa beruntung bisa terlibat dalam kesempatan langka ini. Prosesnya sendiri cukup cepat, di mana mereka semua diundang untuk melakukan medical checkup dan melengkapi berkas administrasi yang diperlukan.
“Sebenarnya saya sudah berusaha untuk mendaftar secara mandiri tiga tahun yang lalu, namun terkendala pada berbagai masalah birokrasi,” ujarnya. Dalam pandangannya, tawaran ini adalah suatu pencapaian yang mungkin sangat diharapkan oleh banyak calon petugas haji lainnya.
Kesempatan yang Ditunggu-tunggu dan Berujung Kekecewaan
Mengetahui bahwa dirinya terpilih, Chiki merasa terharu. Selama ini, dia memimpikan untuk bisa menjadi salah satu petugas yang membantu jamaah haji dan mewujudkan cita-citanya. Harapannya adalah dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual untuk umat Muslim lainnya.
Namun, seperti yang telah terjadi sebelumnya, kekecewaan kembali menghampiri Chiki. Rencana untuk berangkat ke Tanah Suci yang telah dinanti-nantikan itu harus batal lagi untuk kedua kalinya.
Bagi Chiki, ini merupakan sebuah tamparan. Dia percaya bahwa setiap pengalaman baik atau buruk, selalu mengajarkannya pelajaran berharga, dan dia berharap perjalanan ini bukanlah akhir dari segalanya. Dalam hatinya, ada keinginan untuk terus mencoba.
Refleksi atas Pengalaman dan Harapan Masa Depan
Setiap kali mengalami kegagalan, ia mencoba untuk merenungkan kembali apa yang telah dilalui. Menurut Chiki, penting untuk menyimpan rasa syukur meskipun berada dalam situasi yang sulit. Ia merasa diberi kesempatan lain untuk belajar dan bersyukur kepada Tuhan.
Chiki juga merasakan dukungan kuat dari para penggemarnya. Meski harus berhadapan dengan serangkaian rintangan, cintanya kepada jamaah haji dan kesempatan untuk berkhidmat tetap tak tergoyahkan.
Di dalam dirinya, ada keyakinan bahwa masa depan masih menyimpan kemungkinan. Dia berharap untuk bisa kembali mendaftar atau menerima tawaran lain di tahun-tahun mendatang, dan melakukan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang didapat.




