Setelah bencana banjir melanda, banyak penduduk Aceh Tamiang yang menghadapi tantangan kesehatan. Tidak hanya mereka yang masih berada di pengungsian, tetapi juga warga yang telah kembali ke rumah merasakan dampaknya, seperti meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kasus ISPA itu paling banyak karena kondisi lingkungan yang berdebu setelah banjir,” ungkap dokter Selly Famela Chasandra, salah satu tenaga medis yang bertugas di daerah tersebut.
Sementara itu, berbagai masalah kesehatan lain seperti penyakit kulit dan diare juga mencuat. Dispepsia, yang mencakup gejala-gejala gangguan pencernaan, sering dialami oleh warga yang mungkin selama ini tidak memiliki riwayat penyakit serupa.
Pascabencana, masalah kesehatan yang muncul menjadi sangat beragam, mulai dari luka akibat terjatuh hingga infeksi akibat benda tajam. Pengobatan segera diperlukan agar tidak menambah kompleksitas masalah kesehatan di wilayah tersebut.
Salah satu cerita mengharukan datang dari Elte, seorang warga di Dusun Simpang Tiga. Dia terjatuh saat membersihkan rumahnya pascabanjir pada akhir 2025, peristiwa yang menggambarkan betapa berbahayanya situasi pascabencana.
“Kepleset lumpur ini pas bersih-bersih, jadinya kebanting,” ujarnya sambil menceritakan insiden tersebut.
Kondisi Kesehatan Pasca Banjir di Aceh Tamiang
Kondisi kesehatan masyarakat tidak hanya terpengaruh oleh penyakit fisik tetapi juga stres psikologis. Banjir yang menghancurkan banyak rumah telah membuat banyak orang merasa cemas dan tertekan.
Pendekatan bagi tenaga kesehatan harus komprehensif, menangani tidak hanya gejala fisik tetapi juga kesejahteraan mental. Pelayanan kesehatan mental menjadi penting untuk membantu warga yang masih berjuang dengan trauma pascabencana.
Selain itu, komunikasi yang baik antara masyarakat dan tenaga medis sangat dibutuhkan. Edukasi tentang cara menjaga kebersihan dan mencegah penyakit agar masyarakat lebih proaktif dalam merawat kesehatan mereka.
Pemerintah setempat dan organisasi non-pemerintah juga harus berperan aktif dalam penyuluhan. Informasi tentang kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat perlu disebarluaskan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
Pentingnya Kebersihan Lingkungan dan Sanitasi
Pasca banjir, kondisi lingkungan menjadi sangat rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, pemeliharaan kebersihan lingkungan harus menjadi prioritas bagi masyarakat.
Perbaikan sistem sanitasi sangat diperlukan untuk menghindari penyakit menular. Pembuangan sampah yang baik dan penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai akan membantu menjaga kesehatan masyarakat.
Upaya gotong royong di antara warga untuk membersihkan lingkungan dapat mempercepat pemulihan. Partisipasi semua pihak dalam menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga warga itu sendiri.
Program-program pemulihan masyarakat perlu melibatkan pelatihan dan edukasi tentang kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat akan lebih siap menghadapi potensi risiko kesehatan di masa depan.
Peran Tenaga Medis dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Selama Krisis
Tenaga medis berperan krusial dalam penanganan masalah kesehatan pascabanjir. Mereka tidak hanya memberikan perawatan medis tetapi juga menjadi jembatan dalam komunikasi kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Strategi yang diterapkan oleh tenaga kesehatan harus menyeluruh dan berbasis pada kebutuhan spesifik masyarakat. Wawancara dengan warga untuk memahami tantangan yang mereka hadapi dapat membantu dalam merumuskan strategi yang lebih efektif.
Ketersediaan layanan kesehatan juga harus ditingkatkan untuk memastikan setiap orang mendapatkan perawatan yang diperlukan. Mobilisasi sumber daya, seperti obat-obatan dan alat kesehatan, perlu dilakukan secara efisien.
Pelatihan bagi tenaga kesehatan lokal untuk mengenali gejala umum paska bencana menjadi penting. Semakin cepat penanganan, semakin kecil kemungkinan terjadinya komplikasi yang lebih serius di kalangan masyarakat.
Selain itu, dukungan psikologis yang diberikan oleh tim medis dapat mempercepat pulihnya mental masyarakat. Stress dan kecemasan harus ditangani dengan serius agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.




