Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru-baru ini mengumumkan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban bencana banjir dan longsor akan berlanjut. Keputusan ini diambil setelah BNPB berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta mempertimbangkan laporan terkini terkait korban hilang dari tiga provinsi di Sumatra.
BNPB menyatakan bahwa operasi SAR ini akan disesuaikan dengan data dan dinamika laporan yang diterima dari masyarakat. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pentingnya respons cepat dan akurat untuk memastikan bahwa setiap laporan diteruskan dan ditindaklanjuti secara serius.
“Operasi SAR kami sesuaikan dengan data korban hilang yang dilaporkan di masing-masing kabupaten/kota,” kata Abdul di Banda Aceh. Penyebaran tim SAR akan dilakukan di beberapa daerah yang paling parah terdampak bencana.
Pendalaman Pengoperasian Tim SAR di Tiga Provinsi
Operasi pencarian yang tengah dijalankan mencakup wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Sumatra Utara, penelusuran akan berlanjut di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, terutama di zona yang diperkirakan banyak korban terjebak.
Di pihak lain, kawasan Sumatra Barat menjadi fokus operasi di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, serta beberapa daerah lain yang terdampak. Penetapan lokasi ini berdasarkan laporan yang masuk serta petunjuk dari pemerintah setempat.
Adapun di Aceh, enam kabupaten membuka sisa-sisa harapan bagi tim SAR untuk menemukan lebih banyak korban. Tim terus bersiaga sembari melakukan pencarian ke berbagai daerah administratif berdekatan apabila laporan atau sinyal baru muncul.
Proses Identifikasi dan Keakuratan Data Korban
Agar setiap korban yang ditemukan dapat diidentifikasi dengan tepat, BNPB menerapkan prosedur ketat yang mendasari verifikasi identitas. Setiap jenazah yang diangkat dari lokasi bencana dicocokkan data nama dan alamatnya dengan catatan kependudukan lokal.
Langkah ini tidak hanya memastikan akurasi pelaporan, tetapi juga mengontrol potensi terjadinya duplikasi pencatatan korban. Hal ini sangat krusial dalam menjaga integritas data nasional sepanjang proses pemulihan bencana.
Abdul juga menekankan pentingnya situasi di lapangan yang bisa berubah setiap saat. Dengan status yang masih dalam keadaan siaga, tim Basarnas berharap agar setiap informasi terbaru tentang korban hilang dapat segera ditindaklanjuti.
Statistik Terkini Korban yang Ditemukan
Dalam pengoperasian terbaru, tim SAR berhasil menemukan 66 korban jiwa dari tiga provinsi yang paling terkena dampak. Dari jumlah tersebut, Aceh menyumbangkan 33 kasus, Sumatra Utara 19, dan Sumatra Barat 14 korban.
Penemuan ini menjadi momen penting karena angka korban hilang terus menurun seiring dengan berjalannya waktu dan upaya pencarian yang dilakukan. Sebanyak 58 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan dalam sepekan terakhir.
Seiring dengan itu, status penemuan beberapa jenazah di lokasi yang tidak terduga juga harus diperhatikan. Hal ini terkadang menyebabkan kebingungan dalam penghitungan jumlah korban, seperti kasus-kasus jasad yang ditemukan di area pemakaman tetapi merupakan individu yang telah meninggal sebelum terjadinya bencana.




