Jelang pergantian tahun, pergerakan para pemimpin negara menjadi sorotan masyarakat. Salah satu yang menarik perhatian adalah kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Aceh, yang direncanakan berlangsung pada malam Tahun Baru.
Ini menjadi momen penting, mengingat Aceh adalah wilayah yang baru-baru ini mengalami bencana alam. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi pasca-bencana dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan harapannya agar perhatian pemerintah dapat membantu proses pemulihan di daerah tersebut. Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk koordinasi penanganan bencana dengan berbagai pihak terkait.
Misi Kemanusiaan di Tengah Pergantian Tahun
Dari informasi yang beredar, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, juga menyatakan bahwa kunjungan Presiden ke Aceh memiliki makna mendalam. Di saat banyak orang merayakan malam Tahun Baru, Prabowo memilih untuk berada di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
Kunjungan ini diproyeksikan bukan hanya sekadar seremonial, melainkan sebagai upaya konkret dalam membantu warga Aceh. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa mereka yang terkena dampak bencana mendapatkan dukungan yang diperlukan.
Para pengamat politik menilai kunjungan ini juga berfungsi untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian pemimpin kepada rakyat. Dalam setiap bencana, kehadiran pemimpin di lapangan dapat memberikan rasa harapan dan dukungan psikologis bagi masyarakat.
Antusiasme Masyarakat di Ibu Kota Nusantara
Sementara itu, di lokasi lain, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengadakan kegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kunjungan ini dipenuhi dengan interaksi bersama warga, yang menunjukkan semangat positif dalam menyambut Tahun Baru di kawasan tersebut.
Menurut informasi, Gibran mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan disambut dengan antusias oleh warga. Hal ini mencerminkan minat tinggi masyarakat terhadap IKN, yang merupakan proyek ambisius pemerintah untuk masa depan.
Pada momen Natal lalu, IKN mencatat sekitar 37 ribu pengunjung, dengan kendaraan yang mencapai 10 ribu unit. Angka ini menunjukkan bahwa IKN mulai dikenal dan menjadi tujuan bagi para wisatawan yang ingin merayakan liburan.
Kemajuan Pembangunan Masjid Raya Nusantara
Gibran juga tidak melewatkan kesempatan untuk meninjau pembangunan Masjid Raya Nusantara di IKN. Menurutnya, progres pembangunan masjid saat ini mencapai 98,4 persen, yang menandakan bahwa proyek tersebut hampir selesai.
Masjid ini direncanakan memiliki kapasitas awal untuk 29 ribu jemaah, dengan total kapasitas mencapai 60 ribu. Ini menjadi simbol penting bagi masyarakat dan sekaligus menandai kebangkitan spiritual di kawasan IKN.
Gibran mengungkapkan harapannya agar masjid dapat digunakan pada pelaksanaan Salat Idulfitri pada tahun 2026. Keberadaan masjid ini diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan religius dan sosial di IKN.




