Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan niat untuk melakukan pemugaran di Jalan Rasuna Said yang direncanakan mulai tahun 2026. Pembenahan tersebut juga mencakup penghilangan tiang-tiang monorel yang telah lama terabaikan, perbaikan jalur pedestrian, dan pelebaran jalan guna meningkatkan aksesibilitas.
Langkah ini diambil setelah mengidentifikasi bahwa tiang-tiang monorel yang mangkrak telah ada di lokasi tersebut selama hampir dua dekade. Tak hanya itu, proyek ini diharapkan dapat menghadirkan wajah baru yang lebih baik bagi salah satu jalur utama di Jakarta Selatan ini.
Dalam upaya untuk merealisasikan rencana pembenahan ini, Gubernur telah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendapatkan panduan hukum terkait pembongkaran tiang tersebut. Ia merasakan urgensi untuk menyelesaikan masalah yang telah mengganggu keindahan jalan ini dalam waktu yang lama.
Pentingnya Pembenahan Infrastruktur Transportasi di Jakarta
Infrastruktur transportasi di Jakarta menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, terutama untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi. Jalan Rasuna Said merupakan salah satu jalur yang sering padat, sehingga diperlukan langkah konkret agar warga dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman.
Dari sisi arsitektur, Gubernur menginginkan agar desain jalan ini tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan ruang publik yang lebih menarik dan ramah bagi pengunjung maupun warga sekitar.
Pembenahan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah tiang monorel tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap kemacetan yang menjadi keluhan masyarakat. Dengan demikian, Jalan Rasuna Said diharapkan dapat setara dengan Jalan Sudirman-Thamrin dalam hal kualitas dan kenyamanan.
Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek
Pelaksanaan proyek ini akan melibatkan banyak pihak, mulai dari arsitek hingga kontraktor. Gubernur menyebutkan bahwa desain dan perencanaan arsitektur akan diperhatikan dengan seksama untuk memastikan bahwa hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat.
Dalam koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kejaksaan Tinggi dan KPK, Gubernur berusaha untuk memastikan bahwa semua langkah yang diambil sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini penting agar proyek dapat berjalan mulus tanpa adanya kendala hukum di masa depan.
Salah satu aspek penting dari perencanaan ini adalah menghargai masukan dari masyarakat. Pemerintah daerah berusaha untuk mengakomodasi berbagai aspirasi warga agar hasil akhir dari proyek ini benar-benar mencerminkan kebutuhan dan keinginan masyarakat.
Manfaat Jangka Panjang dari Pembenahan
Dari perspektif jangka panjang, pembenahan Jalan Rasuna Said akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan akan ada peningkatan jumlah kunjungan ke daerah tersebut, yang berdampak positif pada bisnis lokal.
Perbaikan infrastruktur juga menjadi pendorong untuk investasi baru di kawasan tersebut. Keberadaan jalan yang lebih baik dan nyaman dapat menarik perhatian investor yang ingin membuka usaha di area tersebut.
Tak hanya dari segi ekonomi, pembenahan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Lingkungan yang lebih rapi dan teratur dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi para pengguna jalan, termasuk pejalan kaki.




