Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, melakukan kunjungan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citerep di Kecamatan Ciruas, Banten, untuk mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan asupan gizi yang optimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Dalam kunjungan tersebut, Najib menegaskan pentingnya pengawasan dari berbagai pihak untuk menjamin kualitas gizi yang diterima oleh anak-anak. Sebagai Ketua Satgas Pengawasan MBG Kabupaten Serang, ia ingin memastikan bahwa semua makanan yang disalurkan memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional.
“Nanti Pak Camat, unsur Muspika, dan Dinas Pendidikan sama-sama mengawasi untuk memastikan bahwa program ini berjalan lancar,” ujar Najib di hadapan pihak terkait. Ia menekankan bahwa program ini merupakan prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Pengwawasan dan Penyerahan Makanan yang Baik
Selama peninjauan, Najib mengecek alur penyerahan makanan di SDIT Ibadurahman. Ia berdiskusi dengan tim manajemen serta ahli gizi untuk memastikan bahwa ribuan siswa menerima asupan yang layak dan tepat waktu.
“Total penerima manfaat dari program ini adalah sebanyak 3.700 siswa, dan juga ada Posyandu untuk ibu hamil,” jelas Najib, menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan ibu dan anak. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Harapannya, SPPG Citerep akan terus berkomitmen untuk menjaga standar kualitas layanan dalam operasional harian. Najib ingin agar semua penerima manfaat merasakan dampak positif dari program gizi ini.
Standar Kualitas dalam Distribusi Makanan
Kepala SPPG Citerep, Fitra Anisa, mengungkapkan bahwa distribusi makanan diatur secara bertahap untuk menjaga agar makanan tetap segar dan layak konsumsi. Setiap porsi makanan diperhatikan dengan baik, sehingga siswa-siswa di berbagai jenjang pendidikan dapat menikmati hidangan dengan baik.
Untuk penyaluran, Fitra menjelaskan bahwa proses dimulai pada pukul 08.00 WIB untuk tingkat TK dengan porsi yang lebih kecil, kemudian dilanjutkan ke tingkat SD dan MTs. Penjadwalan ini disesuaikan guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga.
“Kami berkomitmen untuk memastikan semua siswa mendapatkan gizi yang seimbang,” tutup Fitra. Ini mencerminkan tanggung jawab SPPG dalam menyediakan makanan yang bergizi bagi anak-anak di Banten.
Peran Masyarakat dalam Peningkatan Gizi Anak
Keterlibatan masyarakat dalam program gizi ini sangatlah penting. Najib mengajak semua orang untuk berperan aktif dalam mengawasi dan mendukung program ini. Sektor pendidikan, kesehatan, dan masyarakat harus berkolaborasi agar tujuan meningkatkan kualitas gizi tercapai.
“Dengan dukungan dari semua elemen, kita bisa memastikan bahwa anak-anak kita menerima gizi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka,” tambah Najib. Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya gizi bagi anak-anak.
Selain itu, pelatihan untuk pengelola makanan di sekolah juga perlu dilakukan agar mereka lebih memahami pentingnya penyajian makanan bergizi. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan makanan yang disajikan akan bermanfaat bagi kesehatan siswa.




