Tikus adalah hewan pengerat yang seringkali dianggap sebagai hama, terutama di lingkungan perkotaan. Kehadiran mereka di dalam rumah tidak hanya menggangu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Tikus dapat membawa lebih dari 35 jenis penyakit yang bisa berdampak serius bagi manusia. Ini termasuk penyakit menular melalui kontak langsung atau tidak langsung.
Beberapa penyakit yang terkenal adalah leptospirosis dan salmonellosis yang dapat menyebabkan dampak serius bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan rumah kita bebas dari hewan ini.
Penyakit yang Ditularkan oleh Tikus dan Dampaknya bagi Kesehatan
Salah satu penyakit yang paling umum ditularkan oleh tikus adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dapat ditemukan dalam air atau tanah yang terkontaminasi urine tikus.
Gejala leptospirosis dapat bervariasi mulai dari demam, sakit kepala, hingga dalam kasus yang lebih parah, kerusakan organ. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat berakhir fatal bagi penderitanya.
Selanjutnya, salmonellosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, yang juga bisa diperoleh dari tikus. Infeksi ini biasanya ditandai dengan gejala seperti diare, kram perut, dan demam yang dapat berlangsung selama beberapa hari.
Cara Tikus Masuk ke Dalam Rumah dan Pencegahannya
Tikus dikenal sebagai hewan yang sangat adaptif, dan mereka dapat masuk ke dalam rumah melalui berbagai celah. Lubang kecil di dinding atau lantai, pipa yang tidak terisi, atau ventilasi yang terbuka menjadi jalan masuk yang potensial.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan inspeksi secara rutin untuk mengetahui adanya celah-celah yang dapat dimanfaatkan tikus. Menutup semua kemungkinan jalan masuk dapat menjadi langkah awal yang sangat efektif.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan rumah juga berfungsi sebagai pencegahan. Menyimpan makanan dalam wadah tertutup dan segera membersihkan tumpahan makanan dapat mengurangi ketertarikan tikus terhadap rumah kita.
Karakteristik dan Kebiasaan Tikus di Lingkungan Sehari-hari
Tikus umumnya bersifat nokturnal, artinya mereka lebih aktif di malam hari. Aktivitas malam mereka seringkali menjadi penyebab kehadiran mereka tidak disadari oleh pemilik rumah.
Selama malam hari, tikus mencari makanan atau tempat bersarang, sehingga terkadang menimbulkan suara yang mengganggu. Pemilik rumah sebaiknya waspada terhadap suara-suara aneh pada malam hari yang bisa jadi pertanda kehadiran tikus.
Berbagai tanda kehadiran tikus dapat dikenali, seperti kotoran kecil, bekas gigitan pada makanan, serta bau tidak sedap. Dengan mengenali tanda-tanda ini, tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih awal.
rce_link]”>Source link




