• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
IbnuSutowoHospital.co.id
Advertisement
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
IbnuSutowoHospital.co.id
No Result
View All Result
Home Wellness & Diet

Tidak Rata Rp 6 Juta per Hari

Ibnu Sutowo by Ibnu Sutowo
September 3, 2026
in Wellness & Diet
0
Tidak Rata Rp 6 Juta per Hari
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu gizi masyarakat, perubahan skema insentif bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai dibahas. Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengganti kebijakan pemberian insentif sebesar Rp 6 juta per hari yang diterapkan secara merata untuk setiap dapur, untuk memberikan solusi lebih adil dan berkelanjutan.

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa rencana ini masih menunggu persetujuan dari Peraturan Kepala Badan (Perbadan) yang sedang diproses. Hingga saat ini, aturan lama masih berlaku, meski ia mengharapkan perubahan tersebut segera ditegaskan untuk meningkatkan efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Sudaryono menekankan bahwa perubahan ini sangat diperlukan. Menurutnya, skema insentif yang ada saat ini dianggap tidak adil karena kapasitas produksi berbeda-beda dari setiap dapur SPPG, salah satunya dapat menghasilkan 3.000 porsi, sementara lainnya hanya 2.000 porsi.

Perluasan dan Keadilan dalam Distribusi Gizi

Skema insentif yang lama telah menuai kritik karena semua dapur SPPG menerima jumlah yang sama tanpa mempertimbangkan jumlah porsi yang diproduksi. Sudaryono mengungkapkan, jika satu dapur mampu memproduksi 3.000 porsi dan tetap diberi insentif Rp 6 juta, nilai per porsinya jauh lebih kecil dibandingkan dapur lain yang hanya menghasilkan 2.000 porsi.

“Sangat tidak adil jika ada dapur Gizi yang hanya memproduksi 2.000 porsi namun menerima insentif yang sama,” ujarnya. Menurutnya, hal ini menciptakan ketidakseimbangan dalam distribusi dan justru mengurangi motivasi bagi pengelola dapur untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Dengan skema baru yang direncanakan, pembayaran insentif akan lebih proporsional berdasarkan jumlah produksi. Hal ini diharapkan akan mendorong setiap dapur untuk meningkatkan kinerjanya, sekaligus memastikan bahwa masyarakat menerima gizi yang memadai dari setiap porsi yang disiapkan.

Target dan Harapan untuk Reformasi Kebijakan Gizi

BGN menargetkan penerbitan Perbadan baru dalam waktu dekat, sehingga perubahan skema insentif dapat segera diterapkan. Sudaryono optimis bahwa kebijakan baru ini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pengelola SPPG tetapi juga bagi masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program MBG.

“Kami berharap dengan adanya aturan baru, pemenuhan gizi masyarakat akan lebih terjamin,” imbuhnya. Perubahan ini diharapkan dapat memicu inovasi dan meningkatkan kualifikasi dapur SPPG di seluruh wilayah.

Selain itu, Sudaryono mengungkapkan bahwa setelah skema baru diterapkan, rencana sosialisasi akan dilakukan agar seluruh pengelola SPPG memahami perubahan yang terjadi. Ini merupakan langkah penting dalam menyamakan visi dan misi dalam meningkatkan gizi masyarakat Indonesia.

Implikasi Kebijakan terhadap Pengelolaan SPPG

Perubahan kebijakan insentif ini membawa implikasi luas bagi pengelolaan dapur SPPG di berbagai daerah. Keberlanjutan program gizi bergantung pada seberapa baik setiap dapur dapat mengatur sumber daya yang ada, serta membersihkan pandangan tentang pentingnya kualitas atas kuantitas.

“Penting bagi setiap pengelola untuk memahami bahwa kualitas porsi yang dihasilkan berpengaruh pada insentif yang diterima,” ungkap Sudaryono. Dengan ketentuan baru ini, diharapkan muncul peningkatan kualitas makanan yang disajikan dan memperbaiki status gizi masyarakat.

Melalui kebijakan ini, BGN juga ingin mendorong pengelola SPPG untuk melakukan lebih banyak inovasi dalam menu yang disediakan. Keterampilan dan kreativitas dalam memasak akan menjadi kunci untuk menarik perhatian dan memotivasi masyarakat agar lebih menyukai makanan bergizi.

Tags: HariJutaRataTidak
Previous Post

Diperiksa 10 Jam, Febrie Adriansyah Dites 50 Pertanyaan Terkait Kasus TPPU

Next Post

Bank Mandiri Siap Bagikan Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

Ibnu Sutowo

Ibnu Sutowo

Related Posts

Ketua Komisi III Ingatkan RUU Perampasan Aset Berpotensi Menjadi Bumerang
Wellness & Diet

Ketua Komisi III Ingatkan RUU Perampasan Aset Berpotensi Menjadi Bumerang

by Ibnu Sutowo
October 19, 2026
Sekolah Rakyat Lebih Dari Pendidikan, Melainkan Sarana Pemberdayaan
Wellness & Diet

Sekolah Rakyat Lebih Dari Pendidikan, Melainkan Sarana Pemberdayaan

by Ibnu Sutowo
October 19, 2026
Survei PPI Erick Thohir Masuk Tiga Besar Menteri Terbaik dalam Kinerja
Wellness & Diet

Survei PPI Erick Thohir Masuk Tiga Besar Menteri Terbaik dalam Kinerja

by Ibnu Sutowo
October 18, 2026
KH Syukron Makmun Tokoh NU Meninggal Dunia
Wellness & Diet

KH Syukron Makmun Tokoh NU Meninggal Dunia

by Ibnu Sutowo
October 18, 2026
Sekjen PBB Tiba di Indonesia untuk Bertemu Presiden Prabowo
Wellness & Diet

Sekjen PBB Tiba di Indonesia untuk Bertemu Presiden Prabowo

by Ibnu Sutowo
October 17, 2026
Next Post
Bank Siap Bagi Dividen Rp376,95 per Saham Catat Tanggalnya

Bank Mandiri Siap Bagikan Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

Premium Content

PSI Sampaikan 2 Pesan untuk Jokowi saat Rencana Blusukan ke Daerah

PSI Sampaikan 2 Pesan untuk Jokowi saat Rencana Blusukan ke Daerah

May 30, 2026
Anak Lebih Rentan Terkena Influenza Dibanding Dewasa Menurut Dokter

Anak Lebih Rentan Terkena Influenza Dibanding Dewasa Menurut Dokter

May 13, 2026
Evaluasi Taksi Green SM oleh Kemenhub Usai Insiden Kereta

Evaluasi Taksi Green SM oleh Kemenhub Usai Insiden Kereta

April 28, 2026

Browse by Category

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tags

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut OJK oleh Pasar Penyebab persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun Uang untuk Warga yang
IBNUSUTOWO-HOSPITAL

Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tag

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut OJK oleh Pasar Penyebab persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun Uang untuk Warga yang

Recent Posts

  • Reformasi Berlangsung, Pertumbuhan Fundamental dan Fondasi yang Kuat
  • Ketua Komisi III Ingatkan RUU Perampasan Aset Berpotensi Menjadi Bumerang
  • KSP Sigit Berkomentar tentang Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?