Dalam suasana yang penuh tantangan, dunia industri farmasi terus berupaya menunjukkan performa terbaiknya. Salah satu yang menarik perhatian adalah PT Phapros Tbk, yang mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam kinerja finansialnya pada kuartal ketiga tahun 2026.
Perusahaan yang merupakan bagian dari BUMN ini melaporkan laba bersih sebesar Rp31,60 miliar, mengalami lonjakan luar biasa sebesar 311,58%. Selain itu, penjualan perusahaan juga meningkat sebanyak 15,07% secara tahunan, mencapai Rp786,57 miliar.
Keberhasilan Phapros dalam meningkatkan efisiensi operasional turut berkontribusi pada hasil positif ini. Pada periode Januari-September 2026, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 30,26%, mencapai Rp117,66 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Margin EBITDA juga menunjukkan peningkatan yang mencolok, dari 13,2% menjadi 15%.
Peningkatan Penjualan dan Efisiensi Operasional yang Meningkat
Tren penjualan yang positif menjadi salah satu pendorong utama kinerja perusahaan. Phapros berhasil membukukan penjualan sebesar Rp940,88 miliar, meningkat 26,34% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan keberhasilan strategi pemasaran mereka.
Hingga September 2026, penjualan tetap menunjukkan pertumbuhan dengan angka Rp786,57 miliar, versus Rp683,58 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat dan kepercayaan pasar terhadap produk-produk Phapros.
Selain itu, perusahaan mempertahankan efisiensi biaya, meskipun ada fluktuasi pada nilai tukar rupiah. Biaya pokok produksi (HPP) hanya naik 11,04%, dari Rp345,86 miliar menjadi Rp384,04 miliar. Rasio HPP terhadap penjualan juga turun dari 50,6% menjadi 48,8%, menunjukkan efektivitas dalam operasional produksi.
Kenaikan Laba Kotor dan Margin yang Meningkat
Sebagai akibat dari pertumbuhan penjualan dan efisiensi, laba kotor Phapros mengalami kenaikan sebesar 19,19%, mencapai Rp402,53 miliar dari Rp337,72 miliar. Margin laba kotor mengalami perbaikan dari 49,4% menjadi 51,2%, mengindikasikan kekuatan dalam mempertahankan profitabilitas.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja ini tidak terlepas dari pelaksanaan strategi yang tepat. Penguatan modal kerja dan pengendalian biaya yang lebih baik menjadi fokus utama yang terus dievaluasi untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Ia optimis bahwa tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Perbaikan margin EBITDA menjadi indikator kunci efisiensi operasional yang semakin meningkat, disertai dengan profitabilitas yang semakin kuat.
Pembukuan Laba Usaha yang Menggembirakan dan Arus Kas Positif
Selain laba bersih yang meningkat, laba usaha Phapros juga tumbuh signifikan sebesar 55,90%, mencatat angka Rp80,97 miliar dibandingkan Rp51,94 miliar tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan kinerja bisnis yang semakin efisien dan produktif.
Laba sebelum pajak pun mencatat lonjakan 233,59% menjadi Rp48,65 miliar, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dalam konteks ketatnya persaingan di industri farmasi.
Dalam hal likuiditas, arus kas bersih dari aktivitas operasi juga mengalami kenaikan dramatis, mencapai Rp129,96 miliar, meningkat sebesar 142,85%. Ini menandakan bahwa perusahaan berhasil memaksimalkan aliran kas dan penggunaannya untuk pertumbuhan di masa depan.
Pertumbuhan Aset dan Modal Kerja yang Kuat
Kenaikan total aset Phapros juga menjadi catatan penting, meningkat 4,74% menjadi Rp1,45 triliun dari Rp1,39 triliun pada akhir Desember 2025. Ini menggambarkan bahwa perusahaan tidak hanya tumbuh di sisi pendapatan, tetapi juga di struktur asetnya.
Kas dan setara kas per 30 September 2026 tercatat meningkat 70,54% menjadi Rp157,54 miliar, menunjukkan pengelolaan keuangan yang baik. Dengan peningkatan ini, Phapros memiliki modal kerja yang cukup untuk mendukung ekspansi dan inovasi produk.
Secara keseluruhan, performa keuangan yang positif ini menggambarkan komitmen Phapros dalam menjalankan strategi bisnis yang berkelanjutan. Terlebih lagi, evaluasi dan peninjauan berkala terhadap proses bisnis menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja yang konsisten.









