Dalam situasi darurat, tindakan cepat bisa membuat perbedaan yang signifikan, khususnya ketika melibatkan anak-anak. Sebuah kejadian yang patut dicontoh terjadi dalam sebuah penerbangan ketika seorang bocah 22 bulan mengalami kejang, dan tindakan seorang dokter di pesawat menjadi faktor penentu keselamatan anak tersebut.
Kejadian ini terjadi pada penerbangan Citilink yang menghubungkan Jakarta dan Bengkulu pada Mei 2025. Seorang dokter spesialis anak, Dr. Erli Meichory Viorika, yang kebetulan berada dalam penerbangan itu, melakukan tindakan cepat untuk memberikan pertolongan pertama kepada balita yang dalam kondisi kritis.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan apresiasi tinggi untuk tindakan heroik Dr. Erli. Dalam sebuah pernyataan, Piprim menjelaskan bahwa tindakan dokter tersebut menunjukkan komitmen profesi medis yang tak hanya berlaku di lingkungan klinis.
Piprim juga menekankan pentingnya pelatihan dan kesiapan dokter dalam menghadapi situasi darurat. Aksi Dr. Erli menjadi contoh nyata bagaimana seorang profesional medis dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dan berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa.
Pentingnya Kesiapan Dokter dalam Situasi Darurat
Kesiapan dokter dalam menangani situasi darurat adalah aspek krusial dalam dunia medis. Latihan dan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dan pelatihan dapat diterapkan di luar lingkungan rumah sakit.
Dalam kasus ini, Dr. Erli menunjukkan cara menjawab tantangan yang muncul secara tak terduga. Keterampilan pertolongan pertama dan kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan sangat diperlukan dalam situasi darurat, terutama ketika berhadapan dengan anak-anak.
Situasi ini juga menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan kondisi medis yang mungkin terjadi, bahkan di tempat yang tidak terduga seperti pesawat. Dokter seperti Dr. Erli kerap dilatih untuk menangani berbagai kondisi medis, dan ini meningkatkan kemampuan mereka untuk bertindak dalam keadaan darurat.
Peran Maskapai dalam Menangani Kejadian Darurat
Maskapai penerbangan juga memiliki tanggung jawab dalam menangani situasi darurat. Koordinasi yang baik antara kru pesawat dan penumpang medis dapat menyelamatkan nyawa.
Dalam kasus ini, dukungan yang diberikan oleh kru Citilink turut membantu menstabilkan kondisi anak sebelum pesawat mendarat. Kerja sama antara dokter, kru pesawat, dan penumpang lainnya memperlihatkan sinergi yang penting dalam situasi kritis.
Maskapai harus memastikan bahwa kru mereka dilatih untuk menghadapi kondisi darurat, serta menyediakan alat pertolongan pertama yang diperlukan. Pelatihan untuk situasi darurat harus menjadi bagian dari program pelatihan rutin bagi semua staf maskapai.
Refleksi Komitmen Profesionalisme di Dunia Medis
Kasus ini mencerminkan seberapa besar rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh para profesional medis. Kesediaan Dr. Erli untuk memberikan pertolongan tanpa pamrih merupakan contoh dari komitmen tinggi kepada pasien, meskipun berada di luar lingkungan kerja formal.
Dokter diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan medis yang baik, tetapi juga sikap peduli dan empati. Ini adalah bagian dari etika kedokteran yang mengharuskan dokter untuk bertindak demi kebaikan pasien, tidak peduli situasinya.
Dalam dunia kesehatan, tindakan seperti ini membantu membangun kepercayaan antara masyarakat dan profesional medis. Masyarakat pun lebih yakin untuk mencari bantuan ketika tahu ada dokter yang siap membantu dalam kondisi apapun.




