Bagi banyak ibu yang bekerja, meninggalkan anak di rumah bersama pengasuh adalah pilihan yang penuh pertimbangan. Kepercayaan terhadap pengasuh, baik itu asisten rumah tangga atau nenek, sering kali membuat ibu merasa tenang, meskipun terkadang timbul rasa cemburu saat melihat kedekatan anak dengan pengasuh.
Rasa cemburu ini bukan tanpa alasan. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap perasaan tersebut, termasuk dinamika emosi dan kebutuhan anak yang berbeda pada setiap situasi.
Pakar psikologi menjelaskan bahwa cemburu adalah aspek yang seharusnya dipahami dan diterima oleh para ibu yang bekerja. Meskipun tampak menyakitkan, cemburu adalah sinyal bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dalam hubungan antara ibu, anak, dan pengasuh.
Memahami Keadaan Emosional Ibu Bekerja
Emosi yang dihadapi seorang ibu bekerja ketika harus meninggalkan anaknya tidaklah sederhana. Di satu sisi, ibu merasa bersyukur memiliki pengasuh yang dapat membantu, tetapi di sisi lain, mereka merasa terasing ketika anak menunjukkan keterikatan yang kuat dengan orang lain.
Keterikatan ini, menurut pakar, sering kali dipengaruhi oleh waktu yang dihabiskan anak bersama pengasuh. Semakin banyak waktu yang dihabiskan bersama, semakin kuat hubungan emosional yang terbentuk. Ini adalah hal alami bagi anak.
Ibu perlu memahami bahwa perasaan cemburu ini adalah sesuatu yang lumrah. Dengan menerima perasaan tersebut, ibu bisa lebih mudah berkomunikasi dengan pengasuh dan mengelola ketidaknyamanan emosional.
Dinamika Hubungan antara Anak dan Pengasuh
Penting bagi ibu untuk menyadari bahwa pengasuh bukanlah musuh yang harus dihadapi. Sebaliknya, mereka adalah partner dalam mendukung dan membimbing perkembangan anak. Hubungan ini harus dibangun atas dasar saling percaya dan komunikasi yang baik.
Pengasuh, terutama yang selalu ada saat anak membutuhkan, menjadi sosok yang sangat berarti dalam hidup anak. Merekalah yang merespons kebutuhan anak, membuat pelukan hangat, dan memberikan kenyamanan saat anak merasa gelisah.
Ibu dapat mengubah sudut pandang mereka tentang pengasuh. Alih-alih melihat mereka sebagai pesaing, cobalah untuk melihat mereka sebagai katalis yang dapat membantu perkembangan anak secara positif.
Strategi Mengatasi Rasa Cemburu yang Muncul
Untuk mengatasi rasa cemburu, penting bagi ibu untuk melakukan refleksi diri. Pahami akar dari perasaan tersebut dan diskusikan dengan pasangan atau teman. Mendapatkan perspektif dari orang lain bisa membantu mengurangi beban emosional.
Selain itu, terlibatlah lebih dalam dalam kehidupan anak sehari-hari. Luangkan waktu untuk berinteraksi dan bermain dengan anak saat berada di rumah. Keterlibatan ini dapat memperkuat hubungan antara ibu dan anak.
Dengan berbagi pengalaman dan menjalin komunikasi yang terbuka dengan pengasuh, ibu bisa merasa lebih nyaman. Diskusikan pendekatan terbaik untuk merawat anak agar semua pihak merasa terlibat dalam proses ini.




