Pemerintah DKI Jakarta telah mengumumkan sejumlah pengaturan untuk menunjang perayaan Tahun Baru 2026. Gubernur Pramono Anung mengimbau masyarakat agar menggunakan kendaraan umum guna menghindari kemacetan yang dapat terjadi di jalan raya.
Pernyataan Pramono di sela-sela pers konferensi menjelaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelancaran acara tersebut. “Kami ingin semua pihak berpartisipasi dengan menggunakan transportasi umum,” ujarnya.
Untuk menyukseskan perayaan ini, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis yang berfokus pada pengaturan arus lalu lintas. Tidak hanya itu, ada juga sejumlah acara yang direncanakan untuk menambah suasana meriah di Ibu Kota.
Pemantauan Arus Lalu Lintas dan Penggunaan Transportasi Umum
Gubernur mengungkapkan bahwa pengaturan lalu lintas akan dimulai sejak pukul 18.00 WIB pada malam perayaan. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kelancaran lalu lintas di lokasi-lokasi penting yang akan dipadati pengunjung.
“Kami tidak menerapkan konsep ‘car free night’, namun tetap melakukan pengaturan secara intensif,” tambahnya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat bisa lebih nyaman dan aman saat merayakan malam tahun baru.
Penggunaan kendaraan umum dicirikan dengan pengoperasian lebih banyak angkutan umum selama perayaan. Hal ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk mengurangi volume kendaraan di jalanan.
Rangkaian Acara Menyambut Tahun Baru 2026
Rangkaian acara tahun baru di Jakarta akan diawali dengan doa lintas agama. Ini merupakan bentuk pengharapan dan kebersamaan menjelang tahun yang baru.
Pemerintah juga mengundang berbagai penampil yang akan membawa pesan kepedulian sosial dalam penampilannya. Penampilan ini diharapkan bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk saling membantu terutama dalam situasi bencana.
“Pesan utama kami adalah kemanusiaan. Kami ingin setiap orang menyadari betapa pentingnya berbagi dan membantu sesama,” ucap Pramono.
Penyediaan Lokasi dan Fasilitas Parkir
Sebanyak 36 lokasi parkir telah disiapkan oleh pemerintah untuk memudahkan masyarakat yang menggunakan kendaraan umum. Lokasi ini tersebar di beberapa titik strategis seperti Jalan Sudirman dan Jalan MH. Thamrin.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebutkan bahwa total Satuan Ruang Parkir (SRP) yang disediakan mencapai lebih dari puluhan ribu. Hal ini mencakup parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat, serta bus.
Fasilitas parkir ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama perayaan berlangsung. Dengan demikian, kerumunan tetap bisa dikendalikan dan suasana tetap aman.




