Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya tanggung jawab pemerintah dalam menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam situasi yang melibatkan kesehatan masyarakat, negara tidak akan mundur dari tanggung jawabnya untuk memastikan kualitas makanan yang disalurkan.
Menurutnya, meskipun jumlah makanan yang disalurkan sangat besar, potensi gangguan kesehatan tetap bisa terjadi. Oleh karena itu, pemerintah harus meningkatkan pengawasan dalam program ini agar tidak ada kejadian serupa yang terulang.
Prabowo juga menekankan bahwa langkah-langkah perbaikan harus diambil sesegera mungkin. Pengetatan prosedur dan pemantauan yang lebih ketat menjadi prioritas bagi pemerintah untuk menjaga kepercayaan publik.
Pentingnya Pengawasan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah harus meningkatkan pengawasan agar program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai rencana. Prabowo mengaku bahwa meskipun pengawasan telah diperketat, kesalahan tetap bisa terjadi, terutama mengingat skala pelaksanaan program ini.
Ia menegaskan bahwa semua pihak harus bekerja sama demi kesuksesan program ini. Tanpa ada kerja sama yang solid, akan sulit bagi pemerintah untuk mencapai target yang diharapkan.
Saat ini, MBG sudah memberikan manfaat bagi sekitar 44 juta orang. Namun, program ini ditargetkan untuk menjangkau 82,9 juta penerima, termasuk anak sekolah dan ibu hamil.
Keberhasilan dan Tantangan Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo bangga dengan kemajuan yang dicapai program MBG, yang dinilai berjalan lebih cepat dari ekspektasi. Menurutnya, pencapaian 44 juta penerima manfaat dalam waktu kurang dari satu tahun adalah sebuah prestasi yang patut dicontoh.
Ia juga mengungkapkan bahwa Brasil meski memiliki lebih banyak waktu, baru mampu menjangkau 40 juta penerima dalam 11 tahun. Ini menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil dalam mengimplementasikan program makan bergizi ini.
Namun, di tengah keberhasilan, Prabowo menyadari bahwa tidak semua masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Beberapa anak di daerah yang dikunjungi mengungkapkan bahwa mereka belum mendapatkan makanan bergizi tersebut.
Upaya Pemerintah Menjamin Kualitas dan Keamanan Makanan
Setelah insiden keracunan yang melibatkan makanan dari program ini, pemerintah langsung mengambil tindakan. Beberapa dapur yang dinilai bermasalah ditutup sebagai langkah awal mitigasi risiko.
Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyedia makanan yang terlibat dalam MBG. Diantaranya adalah penerapan sertifikasi laik higienis bagi semua dapur yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi program ini.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. Dalam upaya tersebut, pemerintah juga membentuk satuan tugas di tingkat daerah untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan.




