Sebanyak 110 pendaki Gunung Arjuno-Welirang mengalami evakuasi ketika kebakaran hutan melanda kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Jawa Timur. Untungnya, semua pendaki tersebut dinyatakan selamat dari insiden yang mengkhawatirkan ini.
Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas Marini, menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan secara bertahap. Dalam koordinasi yang baik, banyak pendaki berhasil diturunkan melalui jalur Kop-Kopan pada hari Minggu, sebelum lebih banyak lagi yang dievakuasi.
Situs kebakaran mulai terpantau pada malam hari tanggal 16 Oktober. Sebagai respons atas peningkatan risiko keselamatan, seluruh jalur pendakian ditutup oleh UPT Tahura R Soerjo pada 17 Oktober demi melindungi para pendaki dari bahaya asap dan api.
Proses Evakuasi Pendaki di Gunung Arjuno-Welirang
Proses evakuasi pendaki berjalan dengan terencana, dimulai dengan sekitar 29 orang yang berhasil diturunkan lebih awal. Koordinasi yang intensif antara petugas lapangan dan posko evakuasi memungkinkan tim untuk dengan cepat menangani situasi.
Menurut laporan terbaru, lebih dari 110 pendaki berhasil dievakuasi dan dinyatakan aman. Agustiningtyas menekankan bahwa semua pendaki dalam kondisi baik dan dapat segera diberangkatkan ke lokasi yang lebih aman.
Pihak berwenang menegaskan pentingnya keselamatan pendaki yang tidak hanya terancam oleh kebakaran, tetapi juga oleh asap yang bisa membahayakan kesehatan. Penutupan jalur pendakian menjadi langkah strategis yang diambil untuk melindungi jiwa manusia.
Penutupan Jalur Pendakian dan Informasi Resmi
Seiring dengan kebakaran yang terjadi, UPT Tahura R Soerjo mengeluarkan pengumuman resmi mengenai penutupan akses pendakian. Penutupan ini adalah langkah preventif yang bertujuan untuk menjamin keselamatan para pendaki dari bahaya kebakaran dan asap.
Pengumuman yang disampaikan pada 17 Oktober menunjukkan bahwa semua aktivitas pendakian di Gunung Arjuno-Welirang ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pihak pengelola berharap bahwa dengan langkah ini, risiko terhadap keselamatan pendaki dapat diminimalisir.
Setelah dilakukan penutupan, seluruh perhatian tim gabungan fokus pada pemadaman api agar tidak meluas. Tim gabungan melakukan evaluasi untuk memastikan seluruh titik api padam sebelum mempertimbangkan pembukaan kembali jalur pendakian.
Upaya Pemadaman Kebakaran di Kawasan Taman Hutan Raya
Tim pemadam kebakaran yang terdiri dari petugas Tahura dan BPBD berlatih untuk memadamkan kebakaran di Gunung Arjuno. Mereka bekerja siang dan malam untuk menyelamatkan ekosistem yang terancam oleh kebakaran.
Situasi yang melibatkan kebakaran hutan ini sangat memprihatinkan, karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pegunungan. Selain itu, titik-titik api yang muncul dapat memperburuk situasi yang sudah ada.
Agustiningtyas menyatakan bahwa mereka masih mengevaluasi dan memantau situasi di lapangan. Pembukaan jalur pendakian akan bergantung pada kondisi yang terkendali dan setelah semua titik api dipastikan padam.









