loading…
Kecintaan I Made Joni terhadap nanoteknologi telah membawanya meraih prestasi luar biasa sebagai salah satu dari 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Sebagai peneliti dan dosen di Universitas Padjadjaran (Unpad), prestasi ini bukan hanya hasil kerja kerasnya, tetapi juga cerminan dampak riset yang dihasilkannya bagi masyarakat.
Riset yang dilakukan oleh Made tidak sekadar berfokus pada teori, tetapi lebih kepada aplikasi praktis yang mampu memberikan manfaat nyata. Dalam pandangannya, nanoteknologi adalah jembatan antara penelitian dasar dan penggunaan di dunia nyata, menjadikannya bidang yang sangat strategis untuk masa depan.
Satu hal yang mengesankan dari risetnya adalah penciptaan paten-paten inovatif yang menyasar berbagai masalah di masyarakat. Terutama, ia berupaya menemukan solusi yang mendukung ketahanan energi, kesehatan lingkungan, dan peningkatan hasil pertanian.
Kecintaan I Made Joni terhadap Riset Nanoteknologi
Kecintaan I Made Joni terhadap nanoteknologi muncul dari keinginan untuk menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat. Dalam berbagai wawancara, ia menekankan bahwa riset yang dilakukannya berorientasi pada pemecahan masalah nyata yang dihadapi sektor industri dan pertanian.
Konsistensi dan fokusnya dalam riset ini membuahkan hasil dalam bentuk berbagai paten yang telah dihasilkan. Salah satu inovasi yang paling menarik adalah pengembangan baterai aluminium–air yang menawarkan efisiensi lebih dibandingkan baterai tradisional.
Paten lainnya meliputi dispersi silika nano yang diaplikasikan dalam cat antibakteri dan self cleaning, hal ini menunjukkan pentingnya riset dalam menciptakan produk yang aman dan ramah lingkungan. Setiap inovasi ini memiliki potensi untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Paten Inovatif yang Mengubah Sektor Pertanian dan Energi
I Made Joni dan timnya telah menghasilkan berbagai paten inovatif di bidang nanoteknologi yang tidak hanya menguntungkan industri, tetapi juga mendukung upaya pertanian yang lebih berkelanjutan. Salah satu produk yang sedang dikembangkan adalah pupuk berbasis silika, yang memungkinkan tanaman padi tumbuh lebih kuat dan tahan terhadap angin kencang.
Dengan memperkuat batang padi, pupuk ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi kerugian yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. Ini adalah contoh nyata bagaimana riset dapat langsung meningkatkan kesejahteraan petani.
Di samping itu, penggunaan teknologi nano dalam pembuatan pupuk menjanjikan efisiensi yang lebih tinggi. Melalui inovasi ini, diharapkan akan tercipta pertumbuhan yang berkelanjutan dan dapat mendukung ketahanan pangan nasional.
Masa Depan Nanoteknologi di Indonesia
Potensi nanoteknologi di Indonesia sangat besar, dan I Made Joni adalah salah satu pionir yang mendorong pengembangan bidang ini. Dengan berbagai paten yang telah dihasilkannya, Made menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang dapat bersaing di tingkat global.
Melihat perkembangan teknologi yang cepat, Made percaya bahwa nanoteknologi akan menjadi bagian integral dalam kemajuan berbagai sektor di masa depan. Ia mendorong generasi muda untuk terlibat dalam penelitian dan inovasi yang dapat memberikan solusi untuk tantangan yang dihadapi saat ini.
Keberhasilan I Made Joni juga menginspirasi perguruan tinggi lain untuk lebih fokus pada riset dan pengembangan teknologi. Dengan mengikuti jejaknya, diharapkan lebih banyak ilmuwan Indonesia yang dapat menghasilkan karya-karya yang memiliki dampak positif untuk masyarakat dan industri.




