• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
IbnuSutowoHospital.co.id
Advertisement
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
IbnuSutowoHospital.co.id
No Result
View All Result
Home True Story

Mantan Menteri Jual Beras di Glodok Tanpa Memberitahu Keluarga

Ibnu Sutowo by Ibnu Sutowo
October 10, 2026
in True Story
0
Mantan Menteri Jual Beras di Glodok Tanpa Memberitahu Keluarga
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nasib mantan pejabat negara setelah menyelesaikan masa jabatannya sering kali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Ada yang menikmati kehidupan dengan kemewahan, namun tidak sedikit pula yang harus bergelut dengan kesulitan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di tengah beragam kisah tersebut, salah satu cerita yang patut dicontoh berasal dari mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Saifuddin Zuhri. Meski pernah menduduki posisi tinggi, ia memilih menjalani sisa hidupnya dengan cara yang sangat sederhana dan jauh dari kehidupan glamor.

Saifuddin Zuhri dikenal sebagai sosok yang menjabat sebagai Menteri Agama RI ke-10 dari tahun 1962 hingga 1967. Setelah meninggalkan kursi kementerian, ia tidak langsung menikmati masa pensiunnya dengan santai, melainkan kembali terjun ke dunia politik dan menjadi anggota DPR-GR sampai pemilu tahun 1971.

Namun, setelah masa jabatannya usai dan benar-benar pensiun dari aktivitas politik, kehidupannya berubah drastis. Saifuddin tidak lagi hidup dalam kemewahan, melainkan harus berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan beras di pasar tradisional.

Kisah Inspiratif Seorang Mantan Menteri yang Menjadi Pedagang

Menurut informasi yang terdapat dalam buku tentang sejarah Kiai, pada tahun 1980-an, Saifuddin Zuhri mengambil langkah berani dengan menjadi pedagang beras di Pasar Glodok, Jakarta. Kebiasaan ini dilakukannya hampir setiap hari, sehingga mencerminkan ketekunan dan kerendahan hatinya.

Setiap pagi, tepatnya pada pukul 09.00 WIB, setelah melaksanakan salat Dhuha, ia mengemudikan mobilnya sendiri menuju pasar. Di dalam mobil tersebut, ia mengangkut karung-karung beras untuk dijual kepada pembeli.

Kisahnya ini menjadi lebih menarik karena Saifuddin sempat menyembunyikan pekerjaannya dari keluarganya. Istrinya dan anak-anaknya tidak mengetahui bahwa ia berjualan beras; mereka hanya tahu bahwa ayah mereka pulang dengan membawa uang.

Momen Terbongkarnya Rahasia dan Kehidupan Sederhanya

Ketidakpahaman keluarga mengenai pekerjaan Saifuddin akhirnya terungkap ketika salah satu putranya secara tak sengaja melihatnya melayani pembeli di pasar. Momen ini menjadi titik balik dalam pemahamannya tentang hakikat kehidupan yang dijalani ayahnya.

Sebelum menjadi pedagang, Saifuddin juga pernah merasakan kesulitan ekonomi. Dalam autobiografinya yang diterbitkan tahun 1984, ia menceritakan pengalamannya saat terpaksa menjual berbagai barang untuk bertahan hidup saat anak pertamanya lahir. Dari pakaian bekas hingga perabotan, ia melakukan apapun yang bisa menghasilkan uang.

Nilai Integritas dan Kesederhanaan yang Dipegang Teguh

Jiwa integritas Saifuddin sudah terpatri jauh sebelum ia menjadi pedagang. Ketika masih menjabat sebagai menteri, ia menunjukkan karakter yang menolak untuk memanfaatkan jabatannya demi keuntungan pribadi. Ia memandang jabatan sebagai amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab.

Keputusan untuk menolak fasilitas rumah dinas adalah contoh nyata dari prinsip yang ia pegang. Walaupun banyak yang mendorongnya untuk tinggal di rumah dinas, ia tetap memilih tinggal di rumah pribadinya yang sederhana.

“Jika aku menggunakan fasilitas itu, itu berarti aku serakah. Seharusnya seorang menteri agama tidak serakah,” ungkap Saifuddin pada saat itu. Prinsip ini menjadikan beliau sebagai teladan bagi para pejabat lainnya.

Pewaris Warisan Moral dan Pengabdian Sejati

Saifuddin juga berkomitmen untuk mencicil rumah yang ia huni dan memilih untuk menghibahkan rumah tersebut demi kepentingan sosial. Tindakan ini menunjukkan betapa besarnya rasa tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan komunitas Nahdlatul Ulama.

Walaupun Saifuddin Zuhri meninggal dunia pada 25 Februari 1986, warisan nilai-nilai integritas dan kesederhanaan yang ditunjukkannya tetap abadi dalam ingatan publik. Sejak masa jabatannya, banyak generasi yang terinspirasi oleh sikapnya yang tidak hanya mengutamakan kekuasaan, tetapi juga melayani rakyat.

Kisah hidup dan pengabdiannya bagi umat tetap menjadi teladan mulia untuk para pejabat di masa kini. Sampai hari ini, ia dikenang sebagai sosok yang pantas dicontoh demi mendorong integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Tags: BerasGlodokJualKeluargaMantanMemberitahuMenteriTanpa
Previous Post

Yusril Berencana Gunakan Pulau Terpencil untuk Rehabilitasi Korban Narkoba

Next Post

Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Sandera Perompak Somalia

Ibnu Sutowo

Ibnu Sutowo

Related Posts

Intervensi BI untuk Stabilkan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
True Story

Intervensi BI untuk Stabilkan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

by Ibnu Sutowo
October 9, 2026
Peraturan BEI Diperketat Hari Ini, Calon Emiten Wajib Miliki Keuangan Sehat
True Story

Peraturan BEI Diperketat Hari Ini, Calon Emiten Wajib Miliki Keuangan Sehat

by Ibnu Sutowo
October 9, 2026
Emiten Gagal Penuhi Free Float 15 Persen Bursa Siapkan Kebijakan Keluar
True Story

Emiten Gagal Penuhi Free Float 15 Persen Bursa Siapkan Kebijakan Keluar

by Ibnu Sutowo
October 8, 2026
Rombakan Direksi Bank Raya AGRO, Berikut Susunan Terbarunya
True Story

Rombakan Direksi Bank Raya AGRO, Berikut Susunan Terbarunya

by Ibnu Sutowo
October 8, 2026
Strategi BUMN Menghadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik
True Story

Strategi BUMN Menghadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

by Ibnu Sutowo
October 7, 2026
Next Post
Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Sandera Perompak Somalia

Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Sandera Perompak Somalia

Premium Content

Pengusaha Rajin Kunjungi Gunung Kawi, Meraih Kesuksesan Sebagai Konglomerat

Rajin Kunjungi Gunung Kawi, 2 Pengusaha Indonesia Menjadi Konglomerat

August 30, 2026
Cerita Ibu Merobohkan Rumah Dinas Pejabat Bea Cukai Menggunakan Ekskavator

Cerita Ibu Merobohkan Rumah Dinas Pejabat Bea Cukai Menggunakan Ekskavator

July 5, 2026
Penyebab Anak Sulit Pintar yang Sering Diabaikan Bukan karena Malas Belajar

Penyebab Anak Sulit Pintar yang Sering Diabaikan Bukan karena Malas Belajar

May 20, 2026

Browse by Category

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tags

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut Minta OJK oleh persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak TNI Triliun Uang untuk Warga yang
IBNUSUTOWO-HOSPITAL

Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tag

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut Minta OJK oleh persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak TNI Triliun Uang untuk Warga yang

Recent Posts

  • 5 Tersangka Korupsi Motor Listrik Diserahkan ke Penuntut Umum
  • Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Sandera Perompak Somalia
  • Mantan Menteri Jual Beras di Glodok Tanpa Memberitahu Keluarga

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?