Pada tanggal 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo secara resmi melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara Jakarta. Pelantikan ini merupakan langkah penting dalam pembentukan struktur kelembagaan yang diharapkan mampu memberikan masukan berharga bagi kebijakan pemerintahan.
Dewan ini dihuni oleh berbagai tokoh yang memiliki pengalaman di bidang masing-masing, mencerminkan keberagaman pemikiran dan latar belakang. Diharapkan dengan keanggotaan yang beragam ini, Dewan Pertimbangan bisa memberikan perspektif yang lebih luas dalam setiap pengambilan keputusan.
Pratikno, mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, diangkat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Sementara Hatta Rajasa, yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, ditunjuk sebagai wakil ketua, bersama Muhammad Qodari sebagai sekretaris.
Tokoh-Tokoh Terpilih dalam Dewan Pertimbangan Presiden
Ada sejumlah nama lain yang dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, politisi, hingga aktivis sosial. Hal ini menunjukkan pendekatan inklusif dalam menetapkan anggota Dewan.
Shinta Nuriyah Wahid, istri Presiden keempat RI, menjadi salah satu anggota yang mengisi posisi tersebut. Di samping itu, ada juga Budi Gunawan, mantan Menko Polhukam, serta Anwar Usman yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
Tidak hanya itu, tokoh agama Quraish Shihab juga turut ambil bagian dalam Dewan ini, serta beberapa aktivis, seperti Rocky Gerung dan Margarito Kamis. Keberadaan mereka menambah dimensi baru dalam diskusi kebijakan nasional.
Pentingnya Peran Dewan Pertimbangan dalam Kebijakan Nasional
Dewan Pertimbangan memiliki peranan strategis dalam membantu presiden dalam merumuskan kebijakan yang berlandaskan pada kepentingan publik. Dengan memberikan dukungan analitis dan rekomendasi, Dewan ini diharapkan mampu memperkuat posisi pemerintahan.
Keberadaan Dewan ini memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas dan mendalam mengenai isu-isu strategis yang dihadapi bangsa. Dengan demikian, keputusan yang diambil akan lebih objektif dan memperhatikan berbagai aspek yang beragam.
Dengan dukungan tokoh-tokoh berpengalaman, Dewan ini diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif. Hal ini menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem politik yang sehat dan responsif terhadap dinamika yang berkembang di masyarakat.
Komposisi Anggota dan Harapan Masa Depan
Komposisi anggota Dewan Pertimbangan ini mencerminkan keberagaman yang dapat menjembatani berbagai kepentingan dan aspirasi masyarakat. Setiap anggota diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam memberikan pemikiran dan saran yang relevan.
Dengan adanya tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, Dewan ini diharapkan tidak hanya menjadi lembaga formal, tetapi juga sebagai ruang dialog terbuka. Hal ini penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
Dewan ini berpotensi untuk menjadi motor penggerak inovasi kebijakan di masa mendatang. Dengan sinergi yang baik antaranggota, diharapkan hasil pemikiran yang dihasilkan dapat membawa kebaikan bagi bangsa dan negara.
Menanti Tindakan Nyata dari Dewan Pertimbangan
Setelah resmi dilantik, tantangan berikutnya bagi Dewan Pertimbangan adalah untuk segera merumuskan program kerja yang konkrit. Tindakan nyata inilah yang akan menjadi penentu efektivitas dari lembaga ini dalam memberikan rekomendasi bagi pemerintah.
Keberanian untuk mengemukakan pendapat yang berbeda dan konstruktif akan sangat dibutuhkan. Melalui dialog yang terbuka dan keinginan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, Dewan ini bisa mencapai tujuan yang lebih besar.
Selain itu, publik juga menanti bagaimana Dewan ini akan menjawab tantangan-tantangan besar yang dihadapi bangsa, seperti isu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Tindakan nyata dan inovatif yang diambil dalam waktu dekat akan menjadi tolok ukur keberhasilan mereka.








