Sembilan warga negara Indonesia (WNI) mengalami pengalaman yang sangat mengesankan ketika mereka menjadi korban penculikan oleh pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Mereka akhirnya tiba kembali di tanah air pada hari Minggu, 24 Mei, setelah melewati berbagai rintangan dan tantangan yang tidak mudah selama perjalanan mereka.
Kedatangan mereka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, disambut dengan penuh haru oleh puluhan kerabat dan masyarakat. Kerumunan yang mengusung bendera dan banner, serta menggunakan syal sebagai simbol dukungan, menunjukkan betapa pedulinya masyarakat terhadap nasib para aktivis ini.
Penerbangan mereka dari Istanbul, Turki, berlangsung pada malam hari sebelum kedatangan. Namun, para WNI tidak langsung terlihat keluar dari gate kedatangan, karena mereka harus melewati proses imigrasi dan pemeriksaan bagasi terlebih dahulu.
Pengalaman Menyakitkan Selama Penahanan di Laut
Para aktivis Global Sumud Flotilla, termasuk kesembilan WNI, ditahan oleh tentara Israel selama 3 hingga 4 hari. Penahanan ini terjadi setelah mereka dicegat di perairan internasional oleh militer Israel pada 18 Mei 2026.
Saat dalam penahanan, banyak dari aktivis melaporkan mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi oleh tentara. Mereka mengaku mengalami penyiksaan dan kondisi yang sangat tidak layak, yang menjadi sorotan banyak pihak di seluruh dunia.
Protes keras atas tindakan Israel ini datang dari negara-negara asal para aktivis, termasuk Indonesia. Kecaman tersebut menunjukkan solidaritas internasional dalam mempertahankan hak asasi manusia dan mendukung upaya kemanusiaan.
Tekanan Internasional Memaksa Pembebasan Para Aktivis
Setelah menghadapi tekanan besar dari komunitas internasional, Israel terpaksa membebaskan para aktivis GSF. Pembebasan ini terjadi pada tanggal 21 Mei 2026, setelah dua hari intensifikasi protes dunia terhadap tindakan penculikan yang mereka lakukan.
Setibanya di Istanbul, para aktivis terus mendapatkan dukungan dari masyarakat dan organisasi yang memperjuangkan hak asasi manusia. Kesembilan WNI ini termasuk dalam kelompok yang mendapat perhatian besar dari media dan publik.
Evakuasi mereka ke jakarta menjadi momen penting, yang menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan besar, mereka tetap teguh dalam menjalankan misi kemanusiaan. Tindakan heroik ini patut dicontoh dan dihargai oleh setiap orang.
Daftar WNI yang Kembali dari Misi Global Sumud Flotilla
Setelah melalui pengalaman tersebut, berikut adalah daftar sembilan WNI yang berhasil kembali dan selamat ke tanah air setelah penahanan:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqsa) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan Kontributor Media) Kapal Ozgurluk









