Pakar kesehatan Dicky Budiman mengekspresikan keprihatinan mendalam mengenai kejadian tragis yang menimpa Irene Sokoy di Papua. Insiden ini merupakan sebuah cerminan dari masalah yang lebih besar dalam sistem kesehatan di daerah tersebut, di mana pelayanan kesehatan masih sangat memprihatinkan.
Tragedi ini menunjukkan betapa pentingnya akses yang tepat waktu kepada layanan kesehatan bagi ibu hamil. Keterlambatan penanganan yang dialami oleh Irene berujung pada kehilangan yang tidak seharusnya terjadi, baik bagi dirinya maupun bagi janinnya.
Permasalahan Kesehatan Maternal di Papua yang Kronis
Dicky menilai bahwa dalam dua dekade terakhir, seharusnya ada perbaikan signifikan dalam layanan kesehatan di Papua. Namun kenyataannya, insiden serupa yang menyebabkan kematian terus berulang, menunjukkan adanya kegagalan dalam sistem yang lebih kompleks.
“Kematian ibu dan bayi ini sangat mungkin dapat dicegah dengan sistem yang lebih baik,” ujar Dicky. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara berbagai tingkat pemerintahan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Melihat lebih dalam, Dicky mengidentifikasi ketidakcukupan fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia sebagai penyebab utama dari permasalahan kesehatan di Papua. “Kondisi ini tidak hanya terjadi pada satu individu, tetapi merupakan gambaran sistem yang gagal,” katanya.
Faktor Penyebab Keterlambatan dalam Penanganan
Dalam kasus Irene, keterlambatan penanganan terjadi mulai dari saat ia mengalami kontraksi hingga proses rujukan ke rumah sakit lain. “Ambulans yang datang terlambat adalah salah satu masalah sistemik yang harus diperbaiki,” jelas Dicky.
Penanganan yang tidak memadai di rumah sakit pertama juga mencerminkan betapa pentingnya memiliki dokter yang selalu siap sedia. “Begitu ada tanda-tanda kondisi memburuk, dokter seharusnya ada di lokasi, bukan menunggu kedatangan ambulans,” tambahnya.
Kondisi semacam ini dilihat Dicky sebagai sebuah tantangan bagi sistem kesehatan yang perlu ditangani dengan serius. Keterlambatan yang dialami oleh ibu hamil bisa membawa dampak fatal bagi nyawa ibu dan janinnya.
Empat Pilar Perbaikan Sistem Kesehatan di Daerah Terpencil
Dicky mengusulkan beberapa langkah penting untuk memperbaiki sistem kesehatan di wilayah-wilayah terpencil seperti Papua. Pertama, perlu adanya penguatan fasilitas kesehatan agar dapat melayani dengan lebih baik.
Kedua, pelatihan dan penempatan dokter serta tenaga medis yang memadai adalah langkah krusial yang harus dilakukan. “Tanpa tenaga kesehatan yang cukup, masalah ini tidak akan pernah terselesaikan,” katanya.
Ketiga, penting untuk membangun sistem transportasi medis yang lebih efisien di daerah terpencil. “Ambulans harus tersedia dan dapat diakses dengan cepat untuk menangani kondisi darurat,” jelas Dicky.
Terakhir, advokasi kepada masyarakat mengenai pentingnya layanan kesehatan juga tidak kalah penting. Masyarakat harus sadar akan hak-hak mereka dalam mendapatkan layanan kesehatan berkualitas.




