Peristiwa tragis terjadi di Banjar Kuwum Namun, Desa Kuwum, Kabupaten Tabanan, Bali, ketika sebuah rumah ambruk akibat luapan air di sungai setempat. Kejadian ini membawa dampak emosional yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar, terutama setelah dilaporkan bahwa seorang ibu dan anak balitanya hilang terseret arus.
Identitas korban sudah terungkap, yaitu Yuliana Da Costa Makun berusia 29 tahun dan putrinya, Audrey Natania Banafanu yang baru berusia 1,5 tahun. Tim pencarian gabungan langsung dikerahkan untuk menemukan keduanya, tapi hingga kini, mereka belum ditemukan.
Menurut keterangan Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Dudy Librana, operasi pencarian masih berlangsung dengan penuh semangat dan upaya. Masyarakat dan berbagai unsur pemerintah serta relawan juga turut serta dalam upaya ini.
Detail Kejadian yang Menyebabkan Rumah Ambruk
Pukul 04.00 WITA adalah waktu di mana bencana ini terjadi, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut saat malam sebelumnya. Hujan yang tak henti-hentinya ini meningkatkan debit air hingga melebihi kapasitas normal, menyebabkan tembok pondasi rumah menjadi roboh.
Akibat robohnya tembok tersebut, arus air bah menghantam bagian belakang rumah dengan sangat kuat. Kejadian berlangsung seketika, membuat rumah ambruk dan hanyut terbawa arus sungai yang deras.
Situasi ini mengingatkan kita pada pentingnya kesadaran terhadap risiko banjir di daerah rawan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi akibat cuaca ekstrim.
Upaya Pencarian dan Tim SAR yang Terlibat
Segera setelah kejadian, tim SAR gabungan dibentuk untuk melakukan pencarian kedua korban. Mereka terbagi menjadi dua unit, satu fokus pada pencarian di darat dan yang lainnya di sungai.
Pencarian dilakukan dengan jangkauan sejauh dua kilometer dari lokasi terakhir di mana korban diduga hilang. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya upaya yang dilakukan oleh tim yang terlibat.
Seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, serta relawan lokal, ikut berkontribusi dalam proses pencarian ini, menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi.
Peluang dan Tantangan dalam Pencarian Korban
Sampai saat ini, upaya pencarian telah memasuki sortie pertama, dengan evaluasi terus dilakukan agar dapat mengatasi kendala yang muncul di lapangan. Tim pencari merespon setiap situasi yang tidak terduga agar pencarian dapat berlangsung secara efisien dan efektif.
Apabila tidak ada kendala, pencarian akan diperluas hingga ke muara sungai untuk meningkatkan peluang menemukan Yuliana dan Audrey. Masyarakat setempat berharap agar dua korban ini segera ditemukan dengan selamat.
Pentingnya persiapan dan respons cepat dalam menghadapi bencana seperti ini semakin ditekankan, tak hanya bagi tim SAR, tetapi juga warga setempat yang perlu menyadari dan memahami situasi alam di sekitar mereka.




