Penyandang disabilitas seringkali dianggap sebagai kelompok paling rentan saat terjadi bencana. Namun, di Nusa Tenggara Barat (NTB), mereka menunjukkan bahwa mereka dapat mengambil peran yang lebih proaktif dan konstruktif dalam manajemen risiko bencana.
Dengan dibentuknya Unit Layanan Disabilitas (ULD) BPBD Provinsi NTB, penyandang disabilitas kini tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam merancang sistem kesiapsiagaan bencana yang inklusif.
Keberadaan ULD di NTB lahir dari program kemitraan antara Australia dan Indonesia, yang memberikan dukungan bagi kolaborasi ini. Di dalam unit ini, penyandang disabilitas berperan dalam pemetaan kelompok rentan hingga memberikan masukan dalam perencanaan penanggulangan bencana.
Perjalanan pembentukan ULD dimulai pada Maret 2024 ketika sebuah pertemuan yang dipfasilitasi oleh SIAP SIAGA mempertemukan berbagai organisasi penyandang disabilitas serta pihak-pihak terkait. Tujuannya adalah untuk bersama-sama membangun kesepakatan dalam merespons isu kebencanaan yang mengikutsertakan semua pihak.
Koordinator Bidang Data dan Informasi ULD, Lalu Ahmad Fatoni, yang akrab disapa Bajang Toni, menjelaskan bahwa awalnya banyak organisasi penyandang disabilitas yang tidak familiar dengan isu ini. Namun, pelatihan dan peningkatan kapasitas membuat mereka mampu berkontribusi secara efektif.
Pada 3 Desember 2024, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, ULD resmi diluncurkan. Ini menjadi tonggak penting dalam sejarah keterlibatan penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana di NTB.
Fatoni, sebagai seseorang yang juga merupakan penyandang disabilitas fisik, merasakan betul perjalanan tersebut. Dia menyatakan bahwa pemahaman tentang istilah kebencanaan sangat penting bagi organisasi mereka yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan mendalam mengenai hal ini.
Dengan pelatihan yang tepat, mereka kini memiliki kapasitas untuk menjadi mitra dalam penanggulangan bencana. ULD juga terlibat dalam pemetaan data penyandang disabilitas yang menjadi fondasi penting dalam penanggulangan bencana yang lebih inklusif.
Saat ini, pemetaan data tersebut baru dilakukan di tiga wilayah strategis yaitu Pulau Sumbawa, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Data ini didapatkan dengan memanfaatkan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), yang merupakan langkah awal untuk memastikan setiap individu terdata dengan baik.
Pentingnya Keterlibatan Penyandang Disabilitas dalam Kebencanaan
Keterlibatan penyandang disabilitas dalam perencanaan kebencanaan sangatlah penting. Mereka memiliki pengetahuan unik terkait tantangan yang dihadapi saat bencana terjadi, sehingga suara mereka perlu didengar. Partisipasi mereka dapat menghasilkan sistem yang lebih efektif dan responsif.
Dalam banyak kasus, penyandang disabilitas sering kali tidak dipertimbangkan dalam perencanaan kebencanaan. Hal ini dapat mengakibatkan mereka menjadi lebih rentan pada saat bencana. Dengan melibatkan mereka dalam proses, risiko ini dapat diminimalisir.
Masyarakat juga perlu menyadari bahwa pemahaman tentang kebencanaan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Semua elemen dalam masyarakat harus berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman, termasuk melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap langkah.
Melalui kebijakan yang inklusif dan partisipatif, penyandang disabilitas dapat berkontribusi dalam memberikan solusi yang lebih cocok dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, sistem penanggulangan bencana dapat lebih efektif dan komprehensif.
Aktivitas dan Program ULD BPBD NTB untuk Penyandang Disabilitas
Unit Layanan Disabilitas (ULD) BPBD NTB memiliki berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan penyandang disabilitas. Dengan pendekatan berbasis komunitas, mereka berusaha membangun kapasitas penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana.
Salah satu program utama adalah pelatihan terkait manajemen risiko bencana dan kesiapsiagaan. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar yang diperlukan oleh penyandang disabilitas agar dapat merespons situasi darurat. Pelatihan ini juga memfasilitasi pengembangan jaringan di antara mereka.
Selain pelatihan, ULD juga berfokus pada pemetaan potensi risiko yang ada di daerah tempat tinggal penyandang disabilitas. Ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi titik rawan yang perlu mendapatkan perhatian khusus saat perencanaan dilakukan.
Dari hasil pemetaan tersebut, ULD dapat memberikan rekomendasi kepada BPBD dan pihak terkait lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan mengurangi dampak bencana bagi penyandang disabilitas.
Kerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat sipil juga menjadi bagian penting dari aktivitas ULD. Dengan saling berbagi informasi dan sumber daya, mereka dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam menghadapi masalah kebencanaan.
Langkah Selanjutnya Menuju Kebencanaan yang Inklusif dan Berkelanjutan
Melihat kemajuan yang telah dicapai, penting untuk terus memperluas keterlibatan penyandang disabilitas dalam ruang kebencanaan. Mereka tidak hanya berhak untuk terlibat, tetapi juga perlu memiliki akses yang setara terhadap informasi dan sumber daya.
Pendidikan dan pelatihan lanjutan diperlukan untuk memperkuat kompetensi penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana. Dengan kemampuan yang lebih baik, mereka mampu mendukung upaya mitigasi risiko secara lebih efektif.
Pembangunan infrastruktur yang ramah disabilitas juga harus menjadi fokus utama. Memastikan bahwa fasilitas umum dapat diakses oleh semua, termasuk penyandang disabilitas, merupakan langkah penting untuk mengurangi kerentanan mereka.
Keberlanjutan program-program ini juga sangat penting. Bantuan yang ada harus didukung oleh kebijakan yang konkret dan konsisten agar efektivitasnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan penyandang disabilitas, NTB dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap langkah kecil menuju inklusi akan membawa dampak besar bagi semua pihak di masa depan.









