• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
IbnuSutowoHospital.co.id
Advertisement
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
IbnuSutowoHospital.co.id
No Result
View All Result
Home Wellness & Diet

Kisah Fatoni, Penyandang Disabilitas yang Merancang Sistem Siaga Bencana di NTB

Ibnu Sutowo by Ibnu Sutowo
June 10, 2026
in Wellness & Diet
0
Kisah Fatoni, Penyandang Disabilitas yang Merancang Sistem Siaga Bencana di NTB
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penyandang disabilitas seringkali dianggap sebagai kelompok paling rentan saat terjadi bencana. Namun, di Nusa Tenggara Barat (NTB), mereka menunjukkan bahwa mereka dapat mengambil peran yang lebih proaktif dan konstruktif dalam manajemen risiko bencana.

Dengan dibentuknya Unit Layanan Disabilitas (ULD) BPBD Provinsi NTB, penyandang disabilitas kini tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam merancang sistem kesiapsiagaan bencana yang inklusif.

Keberadaan ULD di NTB lahir dari program kemitraan antara Australia dan Indonesia, yang memberikan dukungan bagi kolaborasi ini. Di dalam unit ini, penyandang disabilitas berperan dalam pemetaan kelompok rentan hingga memberikan masukan dalam perencanaan penanggulangan bencana.

Perjalanan pembentukan ULD dimulai pada Maret 2024 ketika sebuah pertemuan yang dipfasilitasi oleh SIAP SIAGA mempertemukan berbagai organisasi penyandang disabilitas serta pihak-pihak terkait. Tujuannya adalah untuk bersama-sama membangun kesepakatan dalam merespons isu kebencanaan yang mengikutsertakan semua pihak.

Koordinator Bidang Data dan Informasi ULD, Lalu Ahmad Fatoni, yang akrab disapa Bajang Toni, menjelaskan bahwa awalnya banyak organisasi penyandang disabilitas yang tidak familiar dengan isu ini. Namun, pelatihan dan peningkatan kapasitas membuat mereka mampu berkontribusi secara efektif.

Pada 3 Desember 2024, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, ULD resmi diluncurkan. Ini menjadi tonggak penting dalam sejarah keterlibatan penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana di NTB.

Fatoni, sebagai seseorang yang juga merupakan penyandang disabilitas fisik, merasakan betul perjalanan tersebut. Dia menyatakan bahwa pemahaman tentang istilah kebencanaan sangat penting bagi organisasi mereka yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan mendalam mengenai hal ini.

Dengan pelatihan yang tepat, mereka kini memiliki kapasitas untuk menjadi mitra dalam penanggulangan bencana. ULD juga terlibat dalam pemetaan data penyandang disabilitas yang menjadi fondasi penting dalam penanggulangan bencana yang lebih inklusif.

Saat ini, pemetaan data tersebut baru dilakukan di tiga wilayah strategis yaitu Pulau Sumbawa, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Data ini didapatkan dengan memanfaatkan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), yang merupakan langkah awal untuk memastikan setiap individu terdata dengan baik.

Pentingnya Keterlibatan Penyandang Disabilitas dalam Kebencanaan

Keterlibatan penyandang disabilitas dalam perencanaan kebencanaan sangatlah penting. Mereka memiliki pengetahuan unik terkait tantangan yang dihadapi saat bencana terjadi, sehingga suara mereka perlu didengar. Partisipasi mereka dapat menghasilkan sistem yang lebih efektif dan responsif.

Dalam banyak kasus, penyandang disabilitas sering kali tidak dipertimbangkan dalam perencanaan kebencanaan. Hal ini dapat mengakibatkan mereka menjadi lebih rentan pada saat bencana. Dengan melibatkan mereka dalam proses, risiko ini dapat diminimalisir.

Masyarakat juga perlu menyadari bahwa pemahaman tentang kebencanaan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Semua elemen dalam masyarakat harus berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman, termasuk melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap langkah.

Melalui kebijakan yang inklusif dan partisipatif, penyandang disabilitas dapat berkontribusi dalam memberikan solusi yang lebih cocok dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, sistem penanggulangan bencana dapat lebih efektif dan komprehensif.

Aktivitas dan Program ULD BPBD NTB untuk Penyandang Disabilitas

Unit Layanan Disabilitas (ULD) BPBD NTB memiliki berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan penyandang disabilitas. Dengan pendekatan berbasis komunitas, mereka berusaha membangun kapasitas penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana.

Salah satu program utama adalah pelatihan terkait manajemen risiko bencana dan kesiapsiagaan. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar yang diperlukan oleh penyandang disabilitas agar dapat merespons situasi darurat. Pelatihan ini juga memfasilitasi pengembangan jaringan di antara mereka.

Selain pelatihan, ULD juga berfokus pada pemetaan potensi risiko yang ada di daerah tempat tinggal penyandang disabilitas. Ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi titik rawan yang perlu mendapatkan perhatian khusus saat perencanaan dilakukan.

Dari hasil pemetaan tersebut, ULD dapat memberikan rekomendasi kepada BPBD dan pihak terkait lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan mengurangi dampak bencana bagi penyandang disabilitas.

Kerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat sipil juga menjadi bagian penting dari aktivitas ULD. Dengan saling berbagi informasi dan sumber daya, mereka dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam menghadapi masalah kebencanaan.

Langkah Selanjutnya Menuju Kebencanaan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Melihat kemajuan yang telah dicapai, penting untuk terus memperluas keterlibatan penyandang disabilitas dalam ruang kebencanaan. Mereka tidak hanya berhak untuk terlibat, tetapi juga perlu memiliki akses yang setara terhadap informasi dan sumber daya.

Pendidikan dan pelatihan lanjutan diperlukan untuk memperkuat kompetensi penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana. Dengan kemampuan yang lebih baik, mereka mampu mendukung upaya mitigasi risiko secara lebih efektif.

Pembangunan infrastruktur yang ramah disabilitas juga harus menjadi fokus utama. Memastikan bahwa fasilitas umum dapat diakses oleh semua, termasuk penyandang disabilitas, merupakan langkah penting untuk mengurangi kerentanan mereka.

Keberlanjutan program-program ini juga sangat penting. Bantuan yang ada harus didukung oleh kebijakan yang konkret dan konsisten agar efektivitasnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan penyandang disabilitas, NTB dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap langkah kecil menuju inklusi akan membawa dampak besar bagi semua pihak di masa depan.

Tags: BencanaDisabilitasFatoniKisahMerancangNTBPenyandangSiagaSistemyang
Previous Post

Luhut Cs Peringatkan Prabowo Tentang Risiko Kenaikan Harga Akibat Dolar Rp 18000

Next Post

Perintah Kader Membantu Rakyat dengan Memilah Sampah di Rumah

Ibnu Sutowo

Ibnu Sutowo

Related Posts

Sekjen PBB Tiba di Indonesia untuk Bertemu Presiden Prabowo
Wellness & Diet

Sekjen PBB Tiba di Indonesia untuk Bertemu Presiden Prabowo

by Ibnu Sutowo
October 17, 2026
Anies Baswedan Dapat Penghargaan Kebebasan Kota London
Wellness & Diet

Anies Baswedan Dapat Penghargaan Kebebasan Kota London

by Ibnu Sutowo
October 17, 2026
Enam Kasus Korupsi dalam Penyaluran Bantuan Bencana
Wellness & Diet

Enam Kasus Korupsi dalam Penyaluran Bantuan Bencana

by Ibnu Sutowo
October 16, 2026
Mengenang Keteladanan Ibu Kartini, Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia Diluncurkan
Wellness & Diet

Mengenang Keteladanan Ibu Kartini, Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia Diluncurkan

by Ibnu Sutowo
October 16, 2026
9 Pejabat Baru Dilantik dalam Reshuffle Kabinet
Wellness & Diet

9 Pejabat Baru Dilantik dalam Reshuffle Kabinet

by Ibnu Sutowo
October 15, 2026
Next Post
Perintah Kader Membantu Rakyat dengan Memilah Sampah di Rumah

Perintah Kader Membantu Rakyat dengan Memilah Sampah di Rumah

Premium Content

Rupiah Menguat 0,14% sementara Dolar AS Turun ke Rp17.800

Rupiah Menguat 0,14% sementara Dolar AS Turun ke Rp17.800

August 20, 2026
Pastikan Aset Sonjaya Tidak Disita Oleh Kejagung Menurut Pengacara

Pastikan Aset Sonjaya Tidak Disita Oleh Kejagung Menurut Pengacara

June 9, 2026
Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Akan Diperiksa Terkait Ratusan Senjata

Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Akan Diperiksa Terkait Ratusan Senjata

August 7, 2026

Browse by Category

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tags

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut OJK oleh Pasar Penyebab persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun Uang untuk Warga yang
IBNUSUTOWO-HOSPITAL

Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tag

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut OJK oleh Pasar Penyebab persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun Uang untuk Warga yang

Recent Posts

  • Sekjen PBB Tiba di Indonesia untuk Bertemu Presiden Prabowo
  • Status Gunung Sinabung Turun dari Level Siaga ke Waspada
  • China Perluas Pasar Domestik untuk Menarik Investasi Secara Optimal

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?