• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
IbnuSutowoHospital.co.id
Advertisement
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
IbnuSutowoHospital.co.id
No Result
View All Result
Home True Story

Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar untuk Menyelamatkan Rupiah

Ibnu Sutowo by Ibnu Sutowo
July 26, 2026
in True Story
0
Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar untuk Menyelamatkan Rupiah
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menjadi sorotan selama bertahun-tahun, terutama pada krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998. Saat itu, rupiah ditaksir menyentuh angka Rp 18.000, menandakan betapa dalamnya krisis yang melanda Indonesia. Siti Hardijanti Rukmana, atau yang biasa dikenal sebagai Tutut Soeharto, mempelopori gerakan untuk memperkuat mata uang nasional di tengah situasi yang sulit ini.

Gerakan Cinta Rupiah (Getar) diciptakan oleh Tutut untuk mengajak masyarakat melakukan konversi simpanan dolar AS ke rupiah. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah dan membangkitkan kembali kepercayaan publik terhadap perekonomian Indonesia.

Dari analisis yang dilakukan oleh Jan Luiten van Zanden dalam karya tulisnya mengenai ekonomi Indonesia, jelas terlihat bahwa suatu gejolak mata uang di negara lain dapat berdampak luas. Krisis baht Thailand pada 1997 melepaskan gelombang yang menghantam banyak negara, termasuk Indonesia.

Perkembangan Gerakan Cinta Rupiah dan Reaksi Publik

Setelah diinisiasi pada Januari 1998, gerakan ini mendapat respon yang beragam dari masyarakat. Tutut Soeharto sendiri memberikan contoh konkret dengan menukarkan simpanan pribadinya senilai US$50 ribu ke dalam bentuk rupiah. Aksinya tersebut tidak hanya sekadar simbolis, melainkan berfungsi untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Indonesia.

Dalam waktu singkat, gerakan ini menarik perhatian pejabat lainnya. Banyak anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengikuti langkah tersebut, termasuk nama-nama terkenal seperti Susilo Bambang Yudhoyono yang pada saat itu masih menjabat sebagai anggota MPR dari Fraksi ABRI. Langkah ini menjadi simbol solidaritas di tengah krisis.

Keterlibatan kalangan pengusaha dalam gerakan ini juga tidak bisa diabaikan. Sejumlah pengusaha terkemuka, seperti Aburizal Bakrie, turut serta dengan melepaskan simpanan dolar mereka. Ini menunjukkan bahwa gerakan ini tidak hanya melibatkan individu dari kalangan politik, tetapi juga dunia bisnis.

Tantangan dan Kritik yang Dihadapi Gerakan

Meski mendapat dukungan luas, Gerakan Cinta Rupiah tidak luput dari kritik. Beberapa pengamat berpendapat bahwa upaya ini tidak cukup untuk menstabilkan nilai rupiah. Persepsi ini muncul karena dana yang terkumpul dari gerakan tersebut sangat jauh dari kebutuhan untuk menangani krisis, yang diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

Seiring berjalannya waktu, dukungan terhadap gerakan ini mulai surut. Kritikus berargumen bahwa dana yang terkumpul, yang tidak lebih dari US$5 juta, tidak akan efektif dalam menanggulangi masalah yang lebih besar. Pengusaha Fahmi Idris menekankan hal ini, mengisyaratkan bahwa langkah simbolis saja tidak dapat menyelesaikan akar masalah ekonomi yang dihadapi.

Selanjutnya, nilai tukar rupiah terus menurun dan harga-harga barang pokok pun melonjak. Krisis yang dimulai sebagai krisis ekonomi perlahan-lahan berkembang menjadi masalah sosial dan politik, sehingga menambah kompleksitas situasi di Indonesia.

Dampak Jangka Panjang dan Pelajaran dari Krisis 1998

Krisis 1998 memberikan banyak pelajaran berharga bagi Indonesia. Satu di antaranya adalah pentingnya kebijakan yang komprehensif dan tidak hanya bergantung pada aksi simbolis semata. Perekonomian yang sehat membutuhkan struktur yang kuat untuk bertahan terhadap guncangan eksternal.

Proses belajar ini berlanjut hingga saat ini, di mana pelajaran dari krisis 1998 menjadi rujukan dalam merancang kebijakan ekonomi modern. Kesadaran akan pentingnya diversifikasi ekonomi dan pengawasan ketat terhadap sektor keuangan adalah salah satu hasil dari pengalaman pahit tersebut.

Pada akhirnya, krisis ini tidak hanya mempengaruhi aspek ekonomi, tetapi juga tatanan politik Indonesia. Pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998 menandai akhir dari era yang panjang, sekaligus membuka jalan bagi reformasi yang dibutuhkan oleh bangsa.

Tags: AjakAnakBuangDolarMenyelamatkanPresidenRupiahuntukWarga
Previous Post

Wacana Bansos melalui Kopdes Belum Pernah Dibahas oleh DPR

Next Post

Pemerintah Diminta PDIP Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli

Ibnu Sutowo

Ibnu Sutowo

Related Posts

Laba Melonjak 445 Persen, SMGR Ungkap Strategi Tahun Ini
True Story

Laba Melonjak 445 Persen, SMGR Ungkap Strategi Tahun Ini

by Ibnu Sutowo
September 8, 2026
Grup Emtek Akuisisi 803 Juta Saham Bukalapak
True Story

Grup Emtek Akuisisi 803 Juta Saham Bukalapak

by Ibnu Sutowo
September 8, 2026
Laba Bersih Melonjak 218% di H1-2026, Dirkeu Beberkan Pemicunya
True Story

Laba Bersih Melonjak 218% di H1-2026, Dirkeu Beberkan Pemicunya

by Ibnu Sutowo
September 7, 2026
Gula Terbesar Dunia dari Indonesia, Bisnis Hancur Seketika
True Story

Gula Terbesar Dunia dari Indonesia, Bisnis Hancur Seketika

by Ibnu Sutowo
September 6, 2026
Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Heboh karena Dijarah Asing
True Story

Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Heboh karena Dijarah Asing

by Ibnu Sutowo
September 6, 2026
Next Post
Pemerintah Diminta PDIP Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli

Pemerintah Diminta PDIP Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli

Premium Content

Kebakaran Terjadi di Kramat Sawah Senen, Banyak Mobil Pemadam Dikerahkan

Kebakaran Terjadi di Kramat Sawah Senen, Banyak Mobil Pemadam Dikerahkan

August 20, 2026
Angka Kematian Ibu Mencapai 4000 Kasus Setiap Tahun, Apa Penyebabnya?

Angka Kematian Ibu Mencapai 4000 Kasus Setiap Tahun, Apa Penyebabnya?

May 17, 2026
Teddy Seskab Ingatkan Pentingnya Kepemimpinan Berintegritas untuk Taruna Akmil

Teddy Seskab Ingatkan Pentingnya Kepemimpinan Berintegritas untuk Taruna Akmil

July 13, 2026

Browse by Category

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tags

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Kembali Korban KPK Menjadi Menurut Minta Mobil OJK oleh Pasar persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun untuk Warga yang
IBNUSUTOWO-HOSPITAL

Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tag

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Kembali Korban KPK Menjadi Menurut Minta Mobil OJK oleh Pasar persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun untuk Warga yang

Recent Posts

  • Kasus ISPA Naik, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September
  • Warga Diingatkan untuk Waspada Terhadap Potensi Kebakaran Saat El Nino
  • Kubu Febrie Heran Pemeriksaan Tersangka Menggunakan Rujukan Instansi Lain

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?