Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus menghadapi tantangan meskipun telah mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Dalam usaha meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham, perusahaan mengambil langkah untuk melakukan pembatalan saham treasury serta buyback saham.
Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 14 Oktober 2026 dan dijadwalkan akan dilaksanakan setelah memenuhi semua persyaratan yang ada. Setelah saham tersebut dibatalkan, jumlah saham yang beredar akan berkurang secara permanen, yang tentunya berdampak pada struktur kepemilikan saham di perusahaan ini.
“Bagi investor, langkah ini memberikan manfaat yang nyata. Meskipun jumlah saham yang mereka miliki tetap, persentase kepemilikan mereka akan meningkat seiring berkurangnya total saham yang dimiliki perusahaan,” ucap Abdul Azis, Analis dari Sekuritas Kiwoom.
Ia menambahkan bahwa buyback sebelumnya mengurangi jumlah saham yang beredar di publik, dan kini pembatalan akan membuat pengurangan tersebut menjadi permanen. Ini memberikan sinyal positif bagi para investor, di mana pasar dapat melihat potensi saham GOTO untuk meningkatkan nilai secara berkelanjutan.
Dengan mengeliminasi saham treasury, perusahaan menutup kemungkinan saham tersebut kembali masuk ke pasar. Hal ini bertujuan untuk mengurangi potensi tekanan di masa mendatang sekaligus mempertahankan manfaat kepemilikan dari buyback yang telah dilakukan sebelumnya.
Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Tantangan Pasar
Dalam konteks pasar yang kompetitif, strategi yang diterapkan oleh GOTO tampak relevan, terutama saat fundamental perusahaan menunjukkan perbaikan meskipun valuasinya masih tertinggal. Abdul Azis juga mencatat bahwa saat ini, saham GOTO diperdagangkan dengan diskon sekitar 75% dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan sejenis.
Jika kita melihat dari segi valuasi, saham GOTO saat ini berada di 3,3 kali EV/EBITDA, jauh lebih rendah dari rata-rata perusahaan ODS dan Fintech lainnya yang berkisar antara 13-14 kali EV/EBITDA. Hal ini menjadi sorotan penting, menunjukkan bahwa harga di pasar belum mencerminkan sepenuhnya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.
Menurutnya, perbandingan dengan perusahaan lain yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa GOTO memiliki pencapaian laba yang paling stabil. Landasan profitabilitas yang positif ini terjaga berkat pertumbuhan bisnis inti serta ekosistem yang terbukti dapat mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
Keberlanjutan Laba dan Pertumbuhan Bisnis GOTO
Pencapaian laba bersih GOTO di kuartal III 2026 menunjukkan angka Rp441 miliar, memperkuat posisi perusahaan di tengah berbagai tantangan yang ada. Bisnis Fintech, terutama dari layanan GoPay, menjadi pilar penting yang menyokong pertumbuhan laba saat layanan On-demand Services mengalami tekanan.
“Hasil ini menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah tantangan yang dihadapi dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Hans Patuwo, Direktur Utama GOTO. Keberadaan layanan transportasi, pengantaran, pembayaran, dan keuangan yang saling terintegrasi menjadi kekuatan fundamental GOTO dalam menjawab tantangan pasar.
Kombinasi dari layanan yang ada memberikan peluang bagi peningkatan frekuensi transaksi dan penggunaan layanan secara silang. Selanjutnya, keberlanjutan pertumbuhan GOTO sangat bergantung pada disiplin biaya serta pengelolaan risiko kredit yang efektif dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Peluang Penilaian Ulang Saham GOTO di Masa Depan
Keberlanjutan laba adalah indikator penting yang dapat menjadi dasar bagi penilaian ulang terhadap saham GOTO. Pembatalan saham treasury merupakan langkah strategis yang memperkuat posisi kepemilikan bagi investor, serta memberikan gambaran positif bagi potensi pertumbuhan nilai saham di masa depan.
Kombinasi antara pencapaian laba yang konsisten dan langkah-langkah korporasi yang proaktif ini menciptakan alasan kuat bagi investor untuk mencermati pergerakan saham GOTO. Meskipun penyesuaian harga di pasar sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal, fundamental perusahaan menunjukkan tren yang positif dan menjanjikan.
Dengan demikian, meski kondisi pasar saat ini menunjukkan ketidakpastian, langkah-langkah yang dilakukan GOTO untuk membenahi struktur saham dan meningkatkan profitabilitas menjadi sinyal positif bagi sahamnya ke depan.









