Komisi X DPR berencana memanggil Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk meminta penjelasan terkait pendirian Universitas Republik Indonesia (URI), yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah. Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menyatakan bahwa klarifikasi mengenai hal ini akan dilakukan setelah masa reses DPR pada pertengahan Agustus mendatang.
Hetifah menegaskan bahwa pemerintah perlu menjelaskan secara detail mengenai konsep pendirian URI, termasuk landasan hukum, tata kelola, arah pengembangan, dan sumber pendanaannya. Penjelasan ini penting supaya publik memahami urgensi dari keberadaan universitas baru ini.
Menurut Hetifah, hingga saat ini, informasi resmi tentang pendirian URI belum diterima oleh Komisi X. Selain itu, publik juga berhak tahu tentang rencana pembentukan 10 universitas di bawah URI yang diisukan oleh pemerintah.
Prinsip Kehadiran Universitas Republik Indonesia di Tanah Air
Komisi X DPR mengingatkan pentingnya pengawasan agar URI tidak menduplikasi fungsi yang sudah ada, serta menghindari tumpang tindih kewenangan dalam tata kelola pendidikan tinggi nasional. Setiap institusi baru harus mampu meningkatkan ekosistem pendidikan tinggi yang sudah ada tanpa membentuk friksi.
“Kehadiran URI harus memberi manfaat lebih bagi sistem pendidikan kita,” kata Hetifah. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya jika keberadaan universitas baru justru mengganggu kinerja institusi pendidikan yang telah beroperasi.
Hetifah menambahkan bahwa dukungan Komisi X terhadap inovasi di bidang pendidikan tetap ada, asalkan kebijakan yang diambil bersifat transparan dan berbasis pada kebutuhan nasional. Setiap rencana pengembangan pendidikan tinggi diharapkan menjadi bagian dari desain pembangunan yang lebih besar.
Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur URI
Pada 22 Juli, Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitoyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur URI. Donny juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, sementara Yos merupakan akademisi dari Institut Teknologi Bandung. Pelantikan ini menandai langkah awal pendirian lembaga pendidikan baru yang diharapkan menjadi pusat pengembangan calon pemimpin pemerintahan.
URI dirancang sebagai lembaga untuk mendidik dan melahirkan pemimpin bangsa, mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang sudah diterapkan di berbagai negara. Kementerian Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa URI diharapkan dapat menghasilkan calon-calon pemimpin untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan.
Prasetyo menambahkan bahwa konsep URI sudah dipersiapkan dalam waktu yang lama, meski saat itu timing-nya kurang tepat. Ia berjanji akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai model dan rencana pengembangan URI dalam waktu dekat.
Pentingnya Masyarakat Memahami Rencana Pendirian Universitas
Penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai rencana pendirian URI dan apa yang menjadi alasannya. Hetifah mendorong agar pemerintah tidak hanya menjelaskan konsep pendiriannya, tetapi juga bagaimana universitas ini akan berkontribusi pada pendidikan tinggi di Indonesia.
Keterlibatan publik juga diperlukan untuk memastikan bahwa pendirian universitas baru ini selaras dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. Komisi X ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil pemerintah mengutamakan kepentingan nasional dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan demikian, partisipasi semua pihak, termasuk akademisi, praktisi pendidikan, dan masyarakat umum, sangat diperlukan untuk memberikan masukan dalam proses ini. Hal ini untuk memastikan agar pendirian URI mampu memberikan dampak positif yang maksimal dan nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.









