• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
IbnuSutowoHospital.co.id
Advertisement
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
IbnuSutowoHospital.co.id
No Result
View All Result
Home True Story

IHSG Akhiri Koreksi, Penutupan Turun 1,85 Hari Ini

Ibnu Sutowo by Ibnu Sutowo
May 18, 2026
in True Story
0
IHSG Akhiri Koreksi, Penutupan Turun 1,85 Hari Ini
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada akhir pekan lalu, mencatatkan penurunan 1,85% atau 124,08 poin, sehingga mencapai level 6.599,24. Dalam perdagangan yang berlangsung, terlihat bahwa 647 saham mengalami penurunan, sementara hanya 129 saham yang berhasil naik. Nilai transaksi keseluruhan pada hari itu mencapai Rp 20,47 triliun dengan total 29,72 miliar saham diperdagangkan dalam lebih dari 2,5 juta transaksi.

Kapitalisasi pasar juga merosot menjadi Rp 11.539 triliun, menunjukkan dampak negatif yang signifikan dari penurunan saham. IHSG bergerak dalam rentang 6.398,79 hingga 6.631,28, mencerminkan situasi pasar yang tidak stabil dan penurunan yang drastis terutama pada sesi pertama perdagangan, yang sempat menyentuh penurunan lebih dari 4%.

Sektor bahan baku mencatatkan penurunan paling dalam dengan prosentase -6,55%, diikuti oleh sektor utilitas yang turun -2,96% dan sektor kesehatan yang mengalami penurunan sebesar -2,75%. Sektor-sektor ini menunjukkan dampak yang signifikan dari tekanan pasar dan ketidakpastian ekonomi yang terjadi saat ini.

Pergerakan Saham Terkemuka dan Dampaknya Terhadap IHSG

Beberapa saham terkemuka seperti Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi pemberat bagi IHSG, masing-masing memberikan kontribusi penurunan sebesar -13,67 poin dan -13,23 poin. Kedua saham ini baru saja dikeluarkan dari indeks MSCI, yang mengindikasikan adanya krisis kepercayaan di kalangan investor.

Sejak pagi hari, DSSA dan TPIA sudah melemah hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB), menandakan penurunan lebih dari 15%, yang tentunya menjadi berita buruk bagi para investor. Selanjutnya, saham dari dua bank besar, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI), juga memperparah situasi IHSG dengan masing-masing menyumbang penurunan -12,55 poin dan -6,26 poin.

Hal ini berkaitan erat dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang turut menunjukkan kondisi ekonomi yang sulit. Nilai tukar rupiah ditutup melemah sebesar 1,03% di level Rp 17.640 per US$, sehingga kembali menembus batas psikologis Rp 17.000 per US$, menjadi level terendah sepanjang sejarah.

Pengaruh MSCI dan Indeks Global Terhadap Saham Indonesia

Tekanan terhadap IHSG semakin meningkat sejak akhir pekan lalu, terutama setelah pengumuman tentang saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index. Pemberitaan ini membuat banyak investor merasa tidak nyaman dan berakibat pada aksi jual yang masif di pasar.

Tidak lama setelah pengumuman dari MSCI, FTSE, penyedia indeks global, juga memberikan sinyal mengenai masa depan saham-saham Indonesia yang tergabung dalam indeks tersebut. Dalam rilis terbarunya, FTSE mengindikasikan kemungkinan penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aturan terbaru dari FTSE ini dikeluarkan sebagai respons terhadap upaya otoritas pasar modal Indonesia yang berusaha untuk meningkatkan transparansi dalam kepemilikan saham. Salah satu langkah tersebut adalah publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC) untuk membantu investor dalam pengambilan keputusan.

Kebijakan FTSE dan Implikasinya Terhadap Pasar Modal Indonesia

Dalam pengumuman resmi, FTSE Russell menekankan bahwa jika sebuah perusahaan mendapat peringatan terkait konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa, saham tersebut berisiko untuk dikeluarkan dari indeks pada tinjauan berikutnya. Ini bertujuan untuk menjaga integritas dan replikabilitas indeks yang diterbitkan.

FTSE Russell menginformasikan bahwa mereka akan menghapus sekuritas yang terdampak dengan harga nol pada tinjauan bulan Juni 2026, yang efektif setelah pembukaan pasar pada 22 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk menghindari masalah likuiditas yang bisa menimpa investor yang memegang saham HSC.

Kebijakan “harga nol” ini diambil karena FTSE menilai bahwa likuiditas saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi cenderung memburuk dengan tajam. Dengan situasi ini, investor institusi yang mengelola dana indeks khawatir tidak akan menemukan pembeli yang memadai jika harus menjual saham tersebut secara mendadak.

Tags: AkhiriHariIHSGIniKoreksiPenutupanTurun
Previous Post

Dua Pengusaha Terancam Tiga Tahun Penjara Akibat Suap Noel Ebenezer dan Rekan

Next Post

Alasan Prabowo Pertahankan Listyo Sigit Sebagai Kapolri Menurut Sahroni

Ibnu Sutowo

Ibnu Sutowo

Related Posts

Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Penjelasan Mengejutkan
True Story

Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Penjelasan Mengejutkan

by Ibnu Sutowo
October 4, 2026
Penyebab Sepinya Minat IPO Perusahaan di Pasar Modal Indonesia
True Story

Penyebab Sepinya Minat IPO Perusahaan di Pasar Modal Indonesia

by Ibnu Sutowo
October 4, 2026
Risiko Eksistensial AI Diakui Dalam Prospektus IPO Oleh Anthropic
True Story

Risiko Eksistensial AI Diakui Dalam Prospektus IPO Oleh Anthropic

by Ibnu Sutowo
October 3, 2026
Menteri RI Dihukum Mati Karena Korupsi, Semua Aset Disita
True Story

Menteri RI Dihukum Mati Karena Korupsi dan Hartanya Disita

by Ibnu Sutowo
October 3, 2026
Geo Dipa Siap Menjadi Instrumen Fiskal untuk Ekonomi Hijau
True Story

Geo Dipa Siap Menjadi Instrumen Fiskal untuk Ekonomi Hijau

by Ibnu Sutowo
October 2, 2026
Next Post
Alasan Prabowo Pertahankan Listyo Sigit Sebagai Kapolri Menurut Sahroni

Alasan Prabowo Pertahankan Listyo Sigit Sebagai Kapolri Menurut Sahroni

Premium Content

IHSG Jatuh ke Level 5.342, Sudah Merosot 41 Persen Tahun Ini

IHSG Jatuh ke Level 5.342, Sudah Merosot 41 Persen Tahun Ini

June 8, 2026
11 Pemimpin Daerah Jadi Peringatan untuk Pemberantasan Korupsi

11 Pemimpin Daerah Jadi Peringatan untuk Pemberantasan Korupsi

May 12, 2026
Prabowo Akan Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan di Sumatra Hari Ini

Prabowo Akan Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan di Sumatra Hari Ini

August 24, 2026

Browse by Category

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tags

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut Minta OJK oleh Penyebab persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun Uang untuk Warga yang
IBNUSUTOWO-HOSPITAL

Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tag

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut Minta OJK oleh Penyebab persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun Uang untuk Warga yang

Recent Posts

  • Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan
  • Prabowo Undang Pimpinan Baru Bakom ke Hambalang Hari Ini
  • Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Penjelasan Mengejutkan

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?