• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
IbnuSutowoHospital.co.id
Advertisement
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
IbnuSutowoHospital.co.id
No Result
View All Result
Home True Story

Perang Bunga di Depan Mata Warga RI Terancam Tersengat Daya Beli

Ibnu Sutowo by Ibnu Sutowo
July 22, 2026
in True Story
0
Perang Bunga di Depan Mata Warga RI Terancam Tersengat Daya Beli
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, para ekonom menyoroti ketatnya likuiditas di Indonesia akibat tren peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia. Fenomena ini tidak hanya berpengaruh pada stabilitas bank-bank, tetapi juga pada dinamika dan kompetisi di pasar keuangan di tanah air.

Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. Rizal Taufikurahman mengungkapkan bahwa kondisi likuiditas pada kelompok bank dengan modal inti menengah hingga kecil sangatlah ketat. Hal ini berpotensi memicu munculnya kompetisi sengit, atau yang dikenal dengan “perang bunga,” di antara bank-bank dalam menghimpun dana masyarakat.

“Keluhan yang diajukan oleh kelompok bank menengah menunjukkan adanya peningkatan kompetisi untuk menghimpun dana. Munculnya perang suku bunga deposito bisa menjadi lebih nyata jika kondisi ini berlanjut,” ucap Rizal yang memberikan paparan pada Selasa (21/7/2026).

Ketatnya Likuiditas perbankan dan Dampaknya Terhadap Bank Menengah

Ketatnya likuiditas di perbankan, terutama bagi bank-bank menengah, dapat berdampak negatif bagi mereka yang memiliki basis dana murah terbatas. Dengan terbatasnya sumber dana, kemampuan mereka untuk menurunkan suku bunga kredit menjadi sangat terbatas.

“Jika perang bunga memanas, biaya dana akan meningkat, sehingga margin bunga bersih bank akan tertekan. Dampaknya, bank-bank menengah akan semakin sulit untuk memberikan kredit kepada masyarakat,” imbuh Rizal.

Respons yang diperlukan oleh pemerintah dan otoritas moneter menjadi semakin kompleks, di mana tidak hanya stabilitas moneter yang harus dijaga, tetapi juga ketersediaan likuiditas dalam sistem perbankan perlu dipastikan. Hal ini untuk memastikan bahwa fungsi intermediasi bank tetap berjalan dengan baik.

Kondisi Liquidity dalam Bank dan Distribusi yang Tidak Merata

Situasi ini diperparah dengan pandangan dari Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. Menurutnya, permasalahan yang ada bukanlah kekurangan likuiditas secara keseluruhan, tetapi lebih kepada distribusi likuiditas yang tidak merata antar bank.

“Bank-bank besar cenderung memiliki posisi yang lebih kuat, sementara bank-bank menengah lebih mudah dipengaruhi oleh perpindahan dana besar,” jelas Josua. Ini menciptakan ketidakadilan dalam persaingan yang ada di industri perbankan.

Meski demikian, Josua menyatakan bahwa indikasi perang suku bunga mulai terlihat, namun masih dalam tahap selektif dan belum menyebar secara luas di seluruh industri. Bank-bank menengah memang mulai merasakan tekanan, tetapi belum ada lonjakan signifikan dalam persaingan yang ada.

Pentingnya Menjaga Stabilitas dan Fungsi Intermediasi Bank

Data terbaru menunjukkan struktur simpanan di bank sangat terkonsentrasi di bank-bank besar. Pada Mei 2026, posisi simpanan bank besar menunjukkan angka mencapai Rp5.550,8 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bank-bank menengah dan kecil.

“Ketika suku bunga acuan naik, imbal hasil dari Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang tinggi menjadi perhatian. Maka dari itu, bank-bank menengah harus siap bersaing dengan menawarkan suku bunga lebih kompetitif,” ungkap Josua lebih jauh.

Tantangan ke depan tentunya tidak ringan. Bank-bank menengah perlu menyesuaikan strategi mereka untuk bisa bersaing dalam kondisi pasar yang tidak menguntungkan ini. Kesiapan dalam menyesuaikan diri menjadi kunci untuk kelangsungan mereka di pasar.

Pada akhirnya, keseimbangan antara mempertahankan likuiditas dan menawarkan produk keuangan yang efektif menjadi isu penting. Upaya untuk memperbaiki distribusi likuiditas diperlukan agar semua elemen di sektor perbankan dapat berfungsi dengan baik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi antara instansi terkait, diharapkan industri perbankan Indonesia dapat mencapai kestabilan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Inisiatif yang mendukung inovasi dan peningkatan efisiensi akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang ada.

Tags: BeliBungaDayaDepanMataPerangTerancamTersengatWarga
Previous Post

KPK Ungkap Ironi Tersembunyi di Balik Kasus Korupsi Bupati Lombok Barat

Next Post

Pelibatan TNI-Polri Tidak Boleh Mengganggu Kenyamanan Wajib Pajak

Ibnu Sutowo

Ibnu Sutowo

Related Posts

Reformasi Berlangsung, Pertumbuhan Fundamental dan Fondasi yang Kuat
True Story

Reformasi Berlangsung, Pertumbuhan Fundamental dan Fondasi yang Kuat

by Ibnu Sutowo
October 20, 2026
Pesan Khusus Prabowo untuk OJK: Tindak Tegas Coordinated Trading
True Story

Pesan Khusus Prabowo untuk OJK: Tindak Tegas Coordinated Trading

by Ibnu Sutowo
October 19, 2026
Direktur Membeli 1,1 Juta Saham BBRI Dengan Harga Rp2700
True Story

Direktur Membeli 1,1 Juta Saham BBRI Dengan Harga Rp2700

by Ibnu Sutowo
October 19, 2026
Kisah Raja Rokok Indonesia Ganti Nama Produk Setelah Mimpi
True Story

Kisah Raja Rokok Indonesia Ganti Nama Produk Setelah Mimpi

by Ibnu Sutowo
October 18, 2026
Pengusaha Yahudi Cari Nafkah dan Miliki Tanah di Indonesia
True Story

Pengusaha Yahudi Cari Nafkah dan Miliki Tanah di Indonesia

by Ibnu Sutowo
October 18, 2026
Next Post
Pelibatan TNI-Polri Tidak Boleh Mengganggu Kenyamanan Wajib Pajak

Pelibatan TNI-Polri Tidak Boleh Mengganggu Kenyamanan Wajib Pajak

Premium Content

Investasi Unggulan Manajer Investasi Saat Pasar Menghadapi Perang dan Kebijakan Fiskal

Investasi Unggulan Manajer Investasi Saat Pasar Menghadapi Perang dan Kebijakan Fiskal

June 16, 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

August 31, 2026
Kementerian HAM Jelaskan Pentingnya Hak Hapus Jejak Digital di Media Sosial

Kementerian HAM Jelaskan Pentingnya Hak Hapus Jejak Digital di Media Sosial

May 26, 2026

Browse by Category

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tags

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut OJK oleh Pasar Penyebab persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun Uang untuk Warga yang
IBNUSUTOWO-HOSPITAL

Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tag

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dokter Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut OJK oleh Pasar Penyebab persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tidak Triliun Uang untuk Warga yang

Recent Posts

  • Khalid Basalamah Hadiri Sidang Korupsi Kuota Haji
  • Pembangunan Jakarta Didorong Berpihak pada Kelompok Rentan oleh Gubernur DKI
  • Reformasi Berlangsung, Pertumbuhan Fundamental dan Fondasi yang Kuat

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?