Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Surabaya, Jawa Timur, untuk meninjau progam Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS. Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kunjungannya, Maruarar menjelaskan bahwa program BSPS kali ini mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan total 33 ribu penerima rumah, angka ini jauh melampaui jumlah 3.000 unit yang dicatat pada tahun lalu.
Perincian Bantuan dan Tujuan Program BSPS
Setiap penerima bantuan BSPS akan mendapatkan alokasi sebesar Rp20 juta per unit rumah. Rinciannya adalah Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Pemberian bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas hunian masyarakat secara bersamaan.
Melalui program ini, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berusaha mendorong peningkatan ekonomi lokal. Jika setiap rumah didirikan oleh tiga pekerja, diperkirakan program ini bisa menyerap hingga 99 ribu tenaga kerja.
“Dengan adanya 33 ribu rumah yang dibangun, dampaknya tidak hanya untuk penerima bantuan, tetapi juga bagi perekonomian secara umum,” ujar Maruarar. Hal ini menunjukkan bahwa program BSPS dianggap sebagai langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan di daerah perkotaan.
Partisipasi Perempuan dalam Pemberdayaan Ekonomi
Saat melakukan kunjungan, Maruarar tidak hanya fokus pada aspek pembangunan fisik, tetapi juga menyosialisasikan program pemberdayaan ekonomi. Salah satu program yang disosialisasikan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang akan menyasar pelaku usaha ultra mikro di Surabaya, terutama perempuan.
Kegiatan ini penting mengingat banyak perempuan di Surabaya yang berhasil menopang ekonomi keluarga melalui usaha kecil. Sebagian dari mereka memiliki penghasilan antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
Partisipasi aktif perempuan dalam dunia usaha menjadi salah satu poin penting yang sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja. Melalui program ini, diharapkan perempuan dapat diberdayakan untuk lebih mandiri dalam bidang ekonomi.
Dukungan dari Anggota DPR dan Gubernur Jawa Timur
Dalam acara tersebut, anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, juga hadir untuk mengawasi penyaluran bantuan BSPS. Ia mengungkapkan bahwa dari total 33 ribu penerima di Jawa Timur, sekitar 1.200 kepala keluarga berasal dari Surabaya, dan lebih dari separuhnya sudah terverifikasi.
Sampai awal Mei, sekitar 600 penerima di Surabaya telah mendapatkan verifikasi, dan prosesnya akan dipercepat agar tujuan target program dapat tercapai. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan bisa mempercepat realisasi program ini di lapangan.
Bambang juga mengapresiasi program pembangunan rumah yang direncanakan pemerintah, termasuk target pembangunan tiga juta rumah yang bertahap hingga tahun 2026. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Manfaat Program BSPS bagi Masyarakat
Program BSPS sangat berarti bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama dalam meningkatkan kualitas rumah yang tidak layak huni. Bantuan ini fokus pada penyediaan bahan bangunan yang diperlukan untuk merenovasi rumah.
Kualitas hunian yang lebih baik diharapkan akan berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Dengan lingkungan tempat tinggal yang lebih baik, kemungkinan untuk meningkatkan produktivitas pun akan semakin tinggi.
Selain itu, program ini juga membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal. Pembangunan rumah tidak hanya bermanfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga bagi masyarakat luas yang terlibat dalam pembangunan tersebut.








