Sementara itu, Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini, jumlah lentera perdamaian yang akan diterbangkan mencapai 2.570 buah. Jumlah tersebut bertambah satu dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan menjadi simbol keberuntungan serta harapan baik bagi komunitas Buddha.
“Setiap tahun, kami selalu menambah satu lentera sebagai harapan untuk mendapatkan hoki yang lebih baik. Dengan jumlah total 2.570 lentera perdamaian, kami yakin perayaan ini akan semakin meriah,” ucap Fatmawati dengan penuh semangat.
Selain itu, ia menambahkan bahwa pertunjukan drone akan menjadi daya tarik utama dalam perayaan Waisak tahun ini. Sebanyak 570 drone akan diterbangkan menghiasi langit malam di kawasan Borobudur, yang meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya menggunakan 450 drone.
Uniknya Konsep Perayaan Waisak di Borobudur Setiap Tahun
Perayaan Waisak di Borobudur telah dikenal sebagai magnet wisata religi serta budaya, menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Acara ini menjadi salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Buddha dan wisatawan asing yang ingin menyaksikan keindahan tradisi tersebut.
Dari tahun ke tahun, Borobudur tampil lebih megah dengan berbagai dekorasi dan pertunjukan seni yang memperkaya pengalaman pengunjung. Di tengah suasana yang khidmat, para pengunjung dapat merasakan kedamaian yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Pertunjukan drone yang kami adakan akan memberikan suasana baru dan berbeda,” kata Fatmawati. “Dengan teknologi modern dan tradisi yang kental, kami ingin menciptakan harmoni antara masa lalu dan masa kini.”
Makna Lentera Perdamaian Bagi Umat Buddha
Lentera perdamaian memiliki makna yang dalam bagi umat Buddha, melambangkan harapan dan doa untuk kedamaian di dunia. Konsep ini diharapkan dapat menyebarkan energi positif dan memancarkan cahaya kasih sayang kepada semua makhluk hidup.
Dalam tradisi Waisak, penerbangan lentera bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai simbol harapan untuk dunia yang lebih baik. Masyarakat percaya bahwa dengan setiap lentera yang terbang, doa dan harapan akan dapat terwujud.
“Setiap lentera memiliki namanya sendiri dan diisi dengan harapan masing-masing,” tambah Fatmawati. “Kami berharap melalui kegiatan ini, lebih banyak orang dapat merasakan makna sejati dari perdamaian.”
Inovasi Pertunjukan Drone dalam Perayaan
Pertunjukan drone yang akan dilaksanakan tahun ini diharapkan dapat menarik perhatian lebih banyak pengunjung ke Borobudur. Dengan kombinasi cahaya dan gerakan yang terkoordinasi, drone-drone tersebut akan menciptakan pertunjukan visual yang menakjubkan di malam hari.
Seiring waktu, penyelenggara semakin berkomitmen untuk menghadirkan variasi yang kreatif dalam setiap perayaan. Hal ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga membentuk cara baru dalam mengekspresikan spiritualitas.
“Drone bukan hanya sekadar alat, tetapi menjadi bagian dari pengalaman spiritual dan budayanya,” ujarnya. “Kami percaya ini akan menambah daya tarik Borobudur sebagai destinasi wisata unggulan.”









