• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
IbnuSutowoHospital.co.id
Advertisement
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
  • Berita Sehat
  • Asah Otak
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet
No Result
View All Result
IbnuSutowoHospital.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Sehat

Motif Dendam Empat TNI yang Menyerang Andrie Yunus Perlu Dipertanyakan

Ibnu Sutowo by Ibnu Sutowo
May 6, 2026
in Berita Sehat
0
Motif Dendam Empat TNI yang Menyerang Andrie Yunus Perlu Dipertanyakan
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengadilan Militer II-08 Jakarta mulai memeriksa kasus serius yang melibatkan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, terkait penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari KontraS. Tindakan ini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai motif di baliknya, terutama dikaitkan dengan dendam pribadi.

Keempat terdakwa yang tengah diadili adalah Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Letnan Satu Sami Lakka. Dalam sidang, Ketua Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto mempertanyakan apa yang mendorong para terdakwa melakukan tindakan kekerasan ini.

Dalam penelitiannya, hakim mengungkapkan kekhawatiran tentang bagaimana tindakan Andrie Yunus, termasuk penginterupsian rapat DPR yang melibatkan TNI, dapat menimbulkan kemarahan di kalangan anggota TNI. Dua bulan sebelumnya, Andrie telah mengganggu rapat di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, yang membuat dirinya menjadi sorotan.

Proses Persidangan dan Pertanyaan dari Hakim

Hakim mengkritik kehadiran para terdakwa dalam konteks waktu, mencatat bahwa mereka baru saja bergabung dengan Denma pada bulan November 2025. Pertanyaan muncul, mengapa tindakan mereka terhadap Andrie bisa begitu mendalam jika interupsi terjadi jauh sebelum mereka menjadi anggota. Ini berarti ada yang tidak biasa dalam motivasi mereka.

“Apa hubungan mereka dengan Andrie Yunus? Apa korelasi antara tindakan mereka dan RUU TNI yang sedang dibahas?” tanya hakim, menyoroti hubungan yang tampak tidak relevan. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa unsur dendam mungkin menjadi inti dari permasalahan ini.

Saksi yang dihadirkan, Letkol Chk Alwi Hakim Nasution, menyatakan bahwa para terdakwa mengaku sakit hati akibat tindakan Andrie yang memaksa masuk ke dalam rapat. Namun, hakim masih mempertanyakan keaslian pernyataan tersebut dan mempertegas bahwa tidak ada alasan yang jelas bagi mereka untuk melakukan tindakan tersebut.

Motif Dendam dan Penyaluran Emosi

Pertanyaan mengenai mungkin ada perintah dari atasan untuk melakukan tindakan ini juga muncul di tengah persidangan. Alwi menjawab bahwa tidak ada operasi khusus yang menyertai tindakan para terdakwa. Ia menekankan bahwa mereka hanya merasa terlecehkan dan sakit hati.

Hakim dengan tegas meminta pertanggungjawaban dari Kolonel Inf Heri Haryadi, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Detasemen Markas (Dandenma) BAIS TNI. Pertanyaan mengenai apakah ada perintah dari atasan kepada para terdakwa terus dilontarkan, mengindikasikan adanya kemungkinan keterlibatan lebih dalam.

“Kami tidak pernah memerintahkan tindakan tersebut,” tegas Dandenma. Pernyataan ini menambahkan lapisan kompleksitas terhadap kasus yang sedang dihadapi. Apakah tindakan tersebut murni karena emosi pribadi, ataukah ada unsur yang lebih dalam yang perlu ditelusuri?

Tanggapan dari Oditur mengenai Tindakan Para Terdakwa

Oditur militer dalam persidangan menegaskan bahwa tindakan keempat terdakwa tidak terlepas dari rasa kesal mereka terhadap Andrie yang berhasil menginterupsi rapat penting. Mereka merasa bahwa tindakan Andrie tersebut telah memalukan institusi TNI, dan ini menambah substansi mengenai alasan di balik serangan tersebut.

Dalam dakwaannya, oditur menjelaskan bahwa para terdakwa merasa tindakan Andrie tidak hanya mengganggu rapat, tetapi juga merusak citra TNI. Rasa terluka ini, menurut oditur, menjadi alasan utama yang melatarbelakangi tindakan mereka.

Mereka didakwa berdasarkan sejumlah pasal dalam KUHP yang menyangkut pencemaran nama baik dan penganiayaan. Hal ini menunjukkan bahwa hukum mencoba mengkategorikan tindakan tersebut sebagai permasalahan yang lebih serius, bukan sekadar insiden pribadi.

Tags: AndrieDendamDipertanyakanEmpatMenyerangMotifPerluTNIyangYunus
Previous Post

Tanda Anak Perlu Diperiksakan ke Dokter Tanpa Tampak Sakit

Next Post

Pria Miskin Balas Dendam Menjadi Raja Laut dengan Harta Emas 2 Triliun Rupiah

Ibnu Sutowo

Ibnu Sutowo

Related Posts

Kebakaran Restoran di Blok M Square Jakarta Selatan, Empat Karyawan Mengalami Luka
Berita Sehat

Kebakaran Restoran di Blok M Square Jakarta Selatan, Empat Karyawan Mengalami Luka

by Ibnu Sutowo
November 7, 2026
Hercules Berkomentar Setelah Dituduh Masuk Daftar Penyadapan Listyo dan Rekan
Berita Sehat

Hercules Berkomentar Setelah Dituduh Masuk Daftar Penyadapan Listyo dan Rekan

by Ibnu Sutowo
November 6, 2026
Jokowi Diperiksa di Sidang Kasus Ijazah: Apakah Pernah Melakukan Rekonstruksi Wajah?
Berita Sehat

Jokowi Diperiksa di Sidang Kasus Ijazah: Apakah Pernah Melakukan Rekonstruksi Wajah?

by Ibnu Sutowo
November 6, 2026
Jokowi Jelaskan Penggunaan Font Times New Roman di Skripsi UGM Tahun 1985
Berita Sehat

Jokowi Jelaskan Penggunaan Font Times New Roman di Skripsi UGM Tahun 1985

by Ibnu Sutowo
November 5, 2026
Satgas PKH Kuasai Semua Lahan Terafiliasi Arif Kurniawan
Berita Sehat

Satgas PKH Kuasai Semua Lahan Terafiliasi Arif Kurniawan

by Ibnu Sutowo
November 5, 2026
Next Post
Pria Miskin Balas Dendam Menjadi Raja Laut dengan Harta Emas 2 Triliun Rupiah

Pria Miskin Balas Dendam Menjadi Raja Laut dengan Harta Emas 2 Triliun Rupiah

Premium Content

Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Bawa Harapan Baru bagi Pedagang untuk Tingkatkan Penjualan

Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Bawa Harapan Baru bagi Pedagang untuk Tingkatkan Penjualan

July 16, 2026
Mobil Pecah Ban di Tol Jagorawi, Simak Penyebabnya

Mobil Pecah Ban di Tol Jagorawi, Simak Penyebabnya

May 4, 2026
Tidak Ada Korban dalam Insiden Anjloknya KA Jaka Tingkir dan KA Sedayu

Tidak Ada Korban dalam Insiden Anjloknya KA Jaka Tingkir dan KA Sedayu

May 22, 2026

Browse by Category

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tags

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut Minta OJK oleh Pasar persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tersangka Tidak Triliun untuk Warga yang
IBNUSUTOWO-HOSPITAL

Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Categories

  • Asah Otak
  • Berita Sehat
  • Seks Sehat
  • True Story
  • Wellness & Diet

Browse by Tag

Akan Anak Bank Baru Bupati dalam dan dari dengan Ditangkap Dolar Dua Hari IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut Minta OJK oleh Pasar persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Sekolah Setelah Tahun Tersangka Tidak Triliun untuk Warga yang

Recent Posts

  • Dua Mantan Pejabat KPK Mendapat Tugas Khusus di Badan Geologi Nasional
  • Kebakaran Restoran di Blok M Square Jakarta Selatan, Empat Karyawan Mengalami Luka
  • Transaksi Dikuasai Sejumlah Pihak, BEI Selidiki Tiga Saham Ini

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 Ibnusutowohospital.co.id | Berita Artikel Kesehatan Dan Konsultasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?