Dalam situasi yang mengejutkan dan tragis, seorang anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Aipda Endang Karyana SH, kehilangan nyawanya saat menjalankan tugas mulia. Kejadian tersebut mengungkapkan betapa riskannya profesi petugas kepolisian yang sehari-hari berupaya menjaga keselamatan di jalan.
Endang, yang dikenal sebagai sosok pengabdi yang berdedikasi, mengalami nasib naas ketika sedang memberikan bantuan kepada seorang pengemudi light truck. Kecelakaan itu terjadi pada 3 Juli 2026, di mana Aipda Endang terluka parah akibat tabrakan oleh kendaraan lain.
Detail Kecelakaan yang Merenggut Nyawa Aipda Endang Karyana
Kecelakaan tersebut terjadi di ruas Tol Joglo arah Pondok Pinang, saat Aipda Endang melakukan tugasnya. Pada pukul 10.50 WIB, ia memberikan pelayanan kepada pengemudi light truck yang mengalami masalah teknis di tengah perjalanan.
Tiba-tiba, situasi tak terduga terjadi saat sebuah kendaraan Isuzu Wing Box dari arah Tangerang menabrak ban belakang truck tersebut. Akibatnya, light truck terdorong ke kiri dan menabrak Aipda Endang, menyebabkan luka berat pada tubuhnya.
Kepala Satuan PJR, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, menjelaskan bahwa Aipda Endang langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, meskipun upaya medis telah dilakukan, nasib berkata lain.
Kondisi Aipda Endang di Rumah Sakit dan Waktu Meninggalnya
Setelah kejadian mengerikan itu, Aipda Endang mendapatkan perawatan darurat di rumah sakit. Meskipun tim medis berusaha sebaik mungkin, kondisi tubuhnya mengalami penurunan yang signifikan seiring berjalannya waktu.
Pada pukul 15.11 WIB, berita duka itu pun tiba. Tim medis menyatakan bahwa Aipda Endang Karyana telah meninggal dunia sebagai akibat dari luka yang dideritanya. Kesedihan menyelimuti rekan-rekannya yang mengenal sosok yang penuh dedikasi ini.
Pengumuman mengenai kepergian Aipda Endang disampaikan oleh pihak kepolisian dengan penuh rasa duka dan kehilangan. Mereka mengenang jasa dan perjuangan Endang dalam menjaga keamanan dan keselamatan di jalan raya.
Proses Pemakaman yang Penuh Haru
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Aipda Endang Karyana segera dipersiapkan untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman dilaksanakan di TPU Kampung Cicageur, Desa Padasuka, Cibatu, Kabupaten Garut.
Waktu pemakaman berlangsung pada pukul 10.00 WIB, di mana banyak rekan kerja, keluarga, dan warga setempat berkumpul untuk memberi penghormatan terakhir. Suasana haru menghiasi prosesi pemakaman ketika semua orang merasa kehilangan sosok yang berani dan rela berkorban.
Sebagai petugas yang selalu berada di garis depan, Aipda Endang Karyana dikenang bukan hanya karena pengabdiannya, tetapi juga sikap humanis dan kepeduliannya terhadap masyarakat. Masyarakat pun turut merasakan duka yang mendalam atas peristiwa yang menimpa almarhum.









