Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur baru-baru ini menyampaikan tanggapan terkait video viral yang menunjukkan seorang pengendara ojek online meminta bantuan dari petugas setelah motornya diangkut. Dalam video tersebut, pengemudi itu dengan penuh harapan memohon agar kendaraannya tidak dibawa jauh oleh petugas penegak hukum.
Pemandangan yang disajikan oleh video tersebut bukan hanya menarik perhatian banyak orang, tetapi juga menggugah empati. Dalam rekaman itu, kita bisa melihat betapa sulitnya keadaan yang dihadapi oleh pengemudi ojol dalam situasi yang penuh tekanan seperti itu.
“Tolong, Bang. Saya butuh uang, anak saya sekolah, saya butuh makan. Rumah saya di Bekasi bang,” ungkap pengemudi ojol tersebut sambil berusaha meyakinkan petugas. Dalam situasi seperti ini, emosi dan harapan seorang pengemudi bisa menjadi gambaran betapa beratnya kehidupan mereka sehari-hari.
Penertiban Parkir Liar dan Proses yang Diterapkan
Sudinhub Jakarta Timur menjelaskan bahwa penertiban parkir liar di Jalan Jatinegara Timur berlangsung melalui kerjasama tim gabungan, termasuk Satpol PP, Sudin Sosial, dan kepolisian. Penertiban ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.
Dalam penertiban tersebut, tindakan yang dilakukan mencakup penderekan kendaraan yang parkir sembarangan serta operasi Cabut Pentil (OCP) yang menyasar kendaraan yang melanggar aturan parkir. Hal ini menjadi langkah preventif untuk menciptakan ketertiban di area publik.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pada kesempatan itu, pihaknya menindak lima sepeda motor yang terparkir di trotoar. Tindakan ini diambil untuk memastikan ketertiban dan menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.
Mengutamakan Pendekatan Humanis dalam Penertiban
Harlem juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan tugas penertiban. Ia menjelaskan bahwa petugas berusaha memberikan penjelasan secara baik kepada pengendara yang terkena dampak penertiban. Dengan demikian, diharapkan terjadi pemahaman yang lebih baik antara petugas dan masyarakat.
Pengemudi ojek online yang kendaraan motornya ditangkap kemudian diarahkan untuk mengambil kendaraannya di Kantor Sudinhub Jakarta Timur. Di sana, pemilik kendaraan diminta untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa di masa mendatang.
Sikap ini menunjukkan niat untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama di jalanan. Pendekatan manusiawi diharapkan dapat menurunkan potensi konflik yang mungkin muncul antara petugas dan pengendara.
Tujuan Penertiban untuk Kenyamanan Bersama
Harlem menegaskan bahwa penertiban tidak hanya ditujukan kepada pengendara ojek online, tetapi juga kepada semua jenis kendaraan yang melanggar aturan parkir, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan aman bagi semua pengguna jalan.
Selain itu, penertiban bertujuan untuk menjaga fungsi trotoar agar tetap dapat digunakan dengan baik oleh pejalan kaki. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati ruang publik dengan lebih nyaman dan aman.
Harlem mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan parkir demi kenyamanan bersama. Kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan akan sangat membantu dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan aman untuk berlalu lintas.








